Suryanto mengungkapkan, pada aspek belanja daerah, pemda diharap lebih efektif dan efisien, karena diketahui, pada tahun 2022, merupakan yang paling rendah yakni, dibawah 90%. “Belanja keseluruhan hanya 88,82%”, katanya.
Sementara, untuk keuangan dan aset daerah, DPRD berharap agar lebih ditekankan pada peningkaan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi dan fokus pada kebutuhan masyrakat.
BACA JUGA:
“Bantuan keuangan dari Provinsi ke Kabupaten/Kota secara merata dan berkesinambungan, dibutuhkan dorongan dan stimulus kepada Kabupaten/Kota guna peningkatan PAD dengan cara meningkatkan masyrakat dalam membayar pajak dan retribusi”, tandas Suryanto.







