Skrol untuk membaca pos

Ekonomi Indonesia Disebut Kebal Terhadap Resesi

Muh. Rifai
Ekonomi Indonesia
Ilustrasi Foto Pixabay
A-AA+A++

JAKARTA – Di tengah banjir informasi ancaman resesi dunia, data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sungguh melegakan. Betapa tidak, BPS menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 secara kuartal ke kuartal (quarter to quarter/qtq) 1,81 persen. Adapun bila dibandingkan secara year on year (yoy) sebesar 5,72 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2022 atas dasar harga berlaku Rp5.901,2 triliun dan atas dasar harga konstan Rp2.976,8 triliun. Sebagai catatan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen (yoy) dan 3,72 persen (qtq) pada kuartal II-2022. Pada kuartal I-2022, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen (yoy) tetapi terkontraksi 0,95 persen (qtq).

Angka pertumbuhan yang dicatat BPS di kuartal III-2022, jelas di atas prediksi sejumlah lembaga ekonomi swasta dunia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional secara q to q hanya sebesar 1,66 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 akan menembus 5,7 persen, sementara Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan di atas 5,5 persen.

Dengan angka pertumbuhan sebagaimana catatan BPS, menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia dapat dikatakan sangat tangguh. Angka tersebut juga bisa menjadi modal kuat ekonomi Indonesia menghadapi ancaman resesi dunia yang diperkirakan akan dimulai 2023 mendatang.

Data yang diungkap BPS pun meyakinkan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), BPS mencatat, angka pertumbuhan triwulan III-2022 itu menyerap 4,25 juta tenaga kerja.

Dengan demikian secara keseluruhan terdapat 135,3 juta orang masyarakat yang bekerja per Agustus 2022, yang meliputi pekerja penuh 92,63 juta orang atau meningkat 8,37 juta orang, pekerja paruh waktu 34,13 juta orang atau turun 1,24 juta orang, serta setengah pengangguran 8,54 juta orang atau turun 2,88 juta orang.

“Itu berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) yang dilakukan pada Agustus 2022,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2022 secara daring di Jakarta, Senin (07/11/2022).

Berita Lainnya

Top! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,17 Persen per Kuartal II-2023
Waspada Sesudah Inflasi Tinggi Muncul Stagflasi
Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Positif, Namun Tetap Waspada
Ancaman Resesi tak Bisa Dihindari, 92% Negara di Dunia Mengalaminya
3 Strategi Pemerintah Hindari Resesi
Apa itu Resesi Ekonomi? Apa Penyebabnya?