“Setelah menjalani cuci darah, urin tetap tidak keluar dari tabung urinnya,” kata Soliha.
Pada Sabtu malam kondisi Putrinya memasuki fase kritis. Saturasi oksigennya di bawah 40. Ventilator dihidupkan kembali. Doa terus dipanjatkan agar kondisi putrinya membaik. Namun, takdir berkata lain.
Pada hari Minggu (16 Oktober 2022) sekitar pukul 08:20, dokter menyatakan bahwa nyawa anak tersebut tidak dapat diselamatkan. Sang Khalik memanggil anak itu. Soliha sangat terpukul.
Kisah serupa tak hanya dialami keluarga Soliha. Puluhan orang tua juga berbagi rasa sakit yang sama. Anaknya yang awalnya demam tinggi diberi sirup paracetamol. Tapi fatal. Obat panas yang diduga mengandung senyawa kimia berbahaya itu berujung pada kematian. Obat yang masih dalam penyelidikan ini diduga menyebabkan gagal ginjal akut pada anak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hingga Jumat (21/10/2022) kasus ginjal akut (AKI) telah mencapai 241 kasus. Jumlah ini meningkat dari 206 kasus sebelumnya pada Selasa (18/10/2022). Kasus ini telah menyebar ke 22 provinsi. Dari 241 kasus, 133 orang meninggal.






