WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Review Space Jam: A New Legacy: Parade Produk Warner Bros di Tengah Lapangan Basket Looney Tunes

Muh. Rifai
Review Space Jam: A New Legacy
Space Jam: A New Legacy (Foto: Pitchfork)
A-AA+A++

Parade Produk Warner Bros

Foto: Jioforme

Mungkin beberapa dari kalian yang sebelumnya sudah membaca atau menyaksikan beberapa review Space Jam: A New Legacy lainnya, kalian tentunya tahu dengan keluhan utama reviewer-reviewer tersebut terhadap sekuel arahan Malcolm D. Lee (Scary Movie 5, Girls Trip) ini.

Ya benar sekali. Keluhan utama yang kerap diungkapakan di berbagai review Space Jam: A New Legacy tersebut adalah film ini, bagaikan pesta atau parade properti intelektual Warner Bros. Dan gokilnya, mereka sadar dengan hal ini (self-aware).




Oleh karenanya, tak heran jika film ini banyak menampilkan refrensi bahkan modifikasi dari adegan-adegan film milik WB yang mana salah satu karakternya di-edit dan dipadupadankan dengan LeBron dan / atau salah satu karakter ikonik Looney Tunes nya.

Foto: CBR

Dan tak memungkiri aspek “jualan” yang diusung oleh Warner Bros ini lumayan mengganggu. Memang, apabila sebuah film memasukkan referensi atau unsur pop culture hit lain ke dalamnya, hal tersebut membuat filmnya menjadi lebih menyenangkan untuk disaksikan.

Tapi apabila terlalu banyak dan terlalu sering, yang ada membuat audiens / fans menjadi sangat terganggu. Dan hal inilah yang benar-benar penulis rasakan setelah menyaksikan dan ketika menuliskan review Space Jam: A New Legacy ini.

Setidaknya, adaptasi film Ready Player One (2018), refrensi karakter-karakter pop culture-nya dilibatkan secara logis dan oke ke dalam kisahnya. Tapi untuk Space Jam: A New Legacy, seluruh refrensi serta modifikasi IP Warner Bros yang ditampilkan, benar-benar sebagai pemanis saja.

Cerita Yang Masih Menghibur

Foto: The New York Times

Untungnya “bombardir iklan” tersebut bisa diimbangi dengan kisahnya yang masih menghibur. Pokoknya bagi kita-kita yang dari dulu fans Looney Tunes apalagi, film Space Jam pertama, dijamin bakalan suka dengan A New Legacy.

Walau demikian, tetap saja film orisinil 25 tahun lalunya, masih jauh lebih rapih, masuk akal, dan lebih di segala-galanya. Intinya melalu review Space Jam: A New Legacy ini penulis hanya mengingatkan, janganlah kita berharap terlalu tinggi dengan sekuel stand alone ini.