Skrol untuk membaca pos

Ghouta, Benteng Umat Islam di Akhir Zaman

Muh. Rifai
SEORANG bocah perempuan, menggendong seorang bayi usai tempat tinggalnya hancur berantakan akibat terkena serangan udara pesawat-pesawat jet milik Rusia, di Douma, Ghouta, Damaskus, Suriah, 10 Januari 2016. Aksi serangan pesawat jet Rusia ke Suriah guna menghancurkan kelompok ISIS. Reuters
A-AA+A++

Dalam sebuah riwayat tentang kelompok ini, Rasulullah sallallahu a’laihi wasallambersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.” (HR. Abu Daud)

Lalu dalam riwayat lain Nabi menyebutkan:

 لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق، لا يضرهم من خالفهم ولا من خذلهم حتى تقوم الساعة .قال معاذ: هم أهل الشام

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan di atas kebenaran. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat.” Mu’adz berkata, “Mereka adalah penduduk Syam.“ (HR. Bukhari)

Penafsiran sahabat Mu’adz bin Jabbal di atas dipegang oleh sebagian besar para ulama salaf. Di antaranya Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Qudamah dan Ibnu Rajab. (lihat: Majmu’ Rasail Ibnu Rajab, 3/204)

Imam At-Tiibi berkata, “Mereka adalah penduduk Syam dan negara-negara yang ada di belakangnya. dan ini termasuk dari mukjizat yang nampak, sifat yang disebutkan dalam hadits senantiasa ada—segala puji bagi Allah Ta’ala—sejak zaman Nabi sallallahu a’laihi wasallam sampai sekarang ini. dan mereka tetap akan eksis hingga datangnya hari kiamat,” (Syarhul Misykat, 8/2632)

Menarik, Dalam riwayat lain, secara spesifik, Nabi sallallahu a’laihi wasallammengabarkan bahwa Ghouta, salah satu kota terbaik yang berada di Damaskus (kota yang berada di wilayah Syam) sebagai sumber kekuatan kaum muslimin nanti ketika terjadi perang malhamah kubro di akhir zaman.

Rasulullah sallallahu a’laihi wasallam bersabda, “Syam akan terbuka untuk kamu. Jika kamu diberi pilihan tempat tinggal, maka pilihlah tempat tinggal di kota yang bernama Damaskus. Ia adalah benteng Muslimin dari pertempuran dan kekuatan mereka bersumber dari sana di tempat yang bernama Ghouta.” (HR. Ahmad no. 17470)

Kemudian dalam riwayat lain, sahabat Auf bin Malik al-Asyja’i mengisahkan bahwa Rasulullah sallallahu a’laihi wasallam bersabda, “Akan terjadi gencatan senjata’ (perdamaian) antara kalian dengan Bani Ashfar (bangsa pirang), lalu mereka mendukung kalian di bawah 80 panji (raayah). Pada setiap panji terdiri dari 12.000 prajurit. Benteng umat Islam saat itu adalah di wilayah yang disebut Ghouta; daerah sekitar kota Damaskus.” (Shahih, HR. Imam Ahmad, dishahihkan oleh Ahmad Syakir dan Al-Arna’ut)