Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Shahih Targhib Wa Tarhib no. 3097, 3/196. Demikian juga Imam Al-Hakim menyebutkan bahwa sanad perawi yang ada dalam hadis ini shahih.
Dalam Kitab ‘Aunul Ma’bud, Syaikh Muhammad Syamsul Haq Azim Abadi menjelaskan, “Maksud dari fustatul muslimin adalah benteng kaum muslimin digunakan sebagai tempat untuk melindungi diri–Aslinya adalah tempat naungan (kemah)—pada hari terjadinya perang besar (malhamah kubro) pada masa fitnah-fitnah yang akan datang.” (‘Aunul Ma’bud, 14/317)
Al-‘Alqami berkata, “Hadis ini menunjukkan keutamaan Damaskus dan masyarakat yang ada di dalamnya pada akhir zaman. Tempat tersebut adalah benteng dari segala fitnah. Di antara keutamaannya lebih dari sepuluh ribu sahabat nabi yang tinggal di daerah tersebut.” Demikian juga Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah mengunjungi wilayah ini sebelum di utus menjadi nabi dan setelahnya ketika peristiwa Isra’ Mi’raj dan Perang Tabuk. Keterangan ini disebutkan juga oleh Ibnu Asakir dan Ibrahim Al-‘Azizi dalam kitabnya Syarah Al-Jami’ As-Shaghir. (lihat; ‘Aunul Ma’bud, 11/407)
Kemudian dalam Kitab Tahzib Sunan, Imam Al-Mundzir juga menguatkan riwayat ini dengan menyertakan pernyataan Imam Yahya bin Ma’in. Ia berkata, “Yahya bin Main telah meriwayatkan banyak hadis tentang perang besar melawan romawi (malahim ruum), ia bercerita, ‘tidak ada satu pun hadits tentang keutamaan negeri Syam yang lebih shahih dari hadits yang diriwayatkan oleh Shidqah bin Khalid bahwa Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Benteng kaum muslimin pada hari perang Malhamah adalah di Damaskus’,” (Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyqa, 1/231 dan Syamsul Haq Azim Abadi, ‘Aunul Ma’bud, 11/407)
Thaifah Manshurah Ada di Ghouta?
Dalam berbagai hadits shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka berpegang teguh dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah, memperjuangkan tegaknya syariat Islam. Kelompok ini disebut oleh Nabi sebagai Thaifah manshurah, yaitu sekelompok manusia pilihan yang mendapat jaminan dari Allah berupa pertolongan dan kemenangan.
Kelompok ini diawali dari Rasulullah sallallahu a’laihi wasallam beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai perjuangan Imam Mahdi dan Nabi Isa ‘alaihissalamdalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.









