Dengan demikian, ayah memiliki waktu pengasuhan yang lebih banyak untuk memberi perawatan dan pengawasan, dan untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan kesehatan dan ekonomi anak-anak.
Dr. Polachek menambahkan, “Kalau orang bilang ‘dibutuhkan orang sekampung untuk membersarkan anak’, saya dan rekan penulis, Marlon Tracey menemukan bahwa memiliki ayah yang terlibat juga ikut membantu.”
Tapi mengapa ayah bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak yang terlihat seperti mereka?
Satu teori, seperti yang dituturkan oleh Dr. Polachek, adalah bahwa “Para ayah yang menganggap tingkat kemiripan anak dengan mereka lebih tinggi merasa yakin bahwa anak itu keturunan mereka, dan karenanya mau menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya.”
Penulis penelitian menyimpulkan bahwa, jika unsur pengasuhan ayah memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan anak, maka kebijakan harus dibentuk untuk membantu meningkatkan frekuensi kontak antar keduanya.
Dr. Polachek menjelaskan, upaya yang lebih besar dapat dilakukan untuk mendorong para ayah untuk sering melibatkan diri dalam hidup anak-anak mereka. Baik itu melalui kelas pengasuhan, pendidikan kesehatan, dan pelatihan kerja untuk meningkatkan penghasilan.
Bagaimanapun, penelitian ini memang memiliki beberapa keterbatasan. Temuan yang dilaporkan sendiri, tidak mencakup kesan ayah tentang seberapa besar kemiripan mereka dengan anak.
Selain itu, sulit untuk membedakan apakah ayah cenderung kurang menghabiskan waktu dengan anak-anak karena mereka dalam kondisi kesehatan yang buruk hanya berdasarkan dataset ini saja.
Ada pula kemungkinan bahwa seorang ayah yang sejak awal lebih terlibat dalam pengasuhan mungkin melihat kemiripan yang pada kenyataannya tidak ada. Sama halnya saat seorang ibu sangat ingin agar bayi tersebut menghabiskan waktu teratur dengan ayah mereka mungkin akan merasakan keduanya lebih mirip.
Meski hasilnya menarik, masih banyak penelitian lebih lanjut yang perlu dilakukan untuk menguatkan kesimpulan para peneliti.
Dalam beberapa penelitian, anak-anak yang dibesarkan ibu tunggal telah ditemukan memiliki tingkat kesehatan yang lebih rendah. Efeknya diukur bahkan ketika faktor sosioekonomi diperhitungkan.
Penting untuk memahami faktor apa saja yang bisa berdampak pada anak-anak yang dibesarkan ibu tunggal, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kesehatan anak-anak ini.







