Skrol untuk membaca pos

Anak yang Mirip Ayahnya akan Tumbuh Lebih Sehat

Muh. Rifai
A-AA+A++

PENELITIAN baru menunjukkan bahwa anak yang mirip ayah saat lahir lebih cenderung tumbuh sehat.

Para ilmuwan menduga ini disebabkan karena kemiripan tersebut secara tidak sadar mendorong ayah untuk memastikan bahwa pemegang gen mereka tumbuh dengan baik.

Meneliti interaksi keluarga adalah hal yang sangat menantang bagi para ilmuwan. Pasalnya, menyelisik sebab dan akibat di balik interaksi tersebut bisa dibilang hampir tidak mungkin.

Misalnya, saat kondisi kesehatan seorang anak buruk, sang ayah mungkin akan lebih terlibat dalam pengasuhan. Namun, bisa jadi kesehatan anak yang buruk mungkin justru melatari ayah untuk menjauh. Kemungkinan lainnya, kesehatan anak yang buruk dapat mendorong ibu untuk menjauhkan anak dari ayah.

Kesulitan lain adalah bahwa laporan tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan ayah bersama anaknya dapat dengan mudah disepelekan, tergantung pada bagaimana perasaan ibu tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Misal, ibu yang ingin ayah lebih terlibat mungkin meremehkan berapa banyak waktu yang ia habiskan dengan anaknya, dan sebaliknya.

Terlepas dari kesulitan dan kompleksitasnya, para periset di Binghamton University di New York baru-baru ini mengamati interaksi ayah dan anak dari titik awal yang tidak biasa. Hasilnya dipublikasikan di Journal of Health Economics.

Tim peneliti ingin mengamati apakah kesamaan wajah antara ayah dan anak dapat memengaruhi keterlibatan ayah dan kesehatan anak.

Berusaha menjawab pertanyaan yang menarik ini, peneliti mengambil data dari studi Fragile Families and Child Wellbeing. Datanya berfokus pada lebih dari 700 keluarga di mana bayi tinggal hanya bersama ibu mereka saja.

Untuk menilai kesehatan bayi, berbagai parameter–seperti jumlah episode asma, jumlah kunjungan perawatan kesehatan dan ruang gawat darurat, dan masa tinggal terpanjang di rumah sakit–diukur.

Hasilnya, seperti dituturkan Dr. Solomon Polachek, Distinguished Research Professor of Economics, University of Binghamton, “Kami menemukan indikator kesehatan anak membaik saat anak itu mirip ayahnya.”

Kenapa begitu

Para peneliti menggali data lebih dalam dan menemukan bahwa ayah yang anaknya berwajah mirip mereka sepertinya menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak itu. Rata-rata dua setengah hari lebih lama dalam setiap bulan.