PALU – Gempa bumi mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis 24 September 2020 pada pukul 21:20 Wita malam.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=4.7 Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.789 LS dan 110.885 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 72 km arah Barat Daya Kabupaten Pacitan dengan kedalaman 24 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi selatan jawa” ujar Kepala Stasiun Geofisika Nganjuk, Muh. Chudori, ST dalam rilisnya dikutip Kamis 23 September 2020.

 

View this post on Instagram

 

Gempabumi Tektonik M 4.7 di Barat Daya Kabupaten Pacitan, Tidak Berpotensi Tsunami Kejadian dan Parameter Gempabumi Hari Kamis , 24 September 2020 pukul 20.20.33 WIB wilayah Barat Daya Pacitan diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=4.7 Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.789 LS dan 110.885 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 72 km arah Barat Daya Kabupaten Pacitan dengan kedalaman 24 km. Jenis dan Mekanisme Gempabumi Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi selatan jawa. Dampak Gempabumi Guncangan gempabumi ini dirasakan di Pacitan, Ponorogo, Trenggalek , Prigi, Kulonprogo, Bantul, dengan intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Gempabumi Susulan Hingga pukul 21.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 kali gempabumi susulan (aftershock). Rekomendasi Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg..* Nganjuk, 24 September 2020 Kepala Stasiun Geofisika Nganjuk Muh. Chudori, ST

A post shared by BMKG (@infobmkg) on

Ia mengatakan, Guncangan gempabumi ini dirasakan di Pacitan, Ponorogo, Trenggalek , Prigi, Kulonprogo, Bantul, dengan intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami”, jelasnya.

Hingga pukul 21.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 kali gempabumi susulan (aftershock).

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah”, punkasnya. [Red]