PALU, Infopena.com – Insiden yang terjadi antara Bupati Tolitoli Muhammad Saleh Bantilan dan Wakilnya  Rahman Hi Budding pada pelantikan pejabat, Rabu (31/1/2018) kemarin, menimbulkan berbagai komentar miring diberbagai kalangan.

Insiden tersebut berlangsung pada acara pelantikan pejabat di Gedung Wanita, keduanya berteriak bantah-bantahan dan hampir terjadi aksi saling pukul. Hal ini sontak membuat audiens langsung merekam aksi keduanya dan disebarkan melalui berbagai media sosial (medsos).

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menilai, kejadian itu sebagai insiden memalukan. Keduanya menampilkan prilaku yang tidak mencerminkan pemimpin yang berkarakter.

“Saya merasa malu, prihatin dan galau karena ini menyangkut prilaku serta karakter seorang pemimpin. Mestinya meraka malu terhadap dirinya sendiri dan audiens yang hadir di acara itu,” katanya kepada awak media usai melantik ke-11 pejabat tinggi di lingkungan Provinsi Sulawesih Tengah. Kamis (01/02/18).

Oleh Karena itu, Gubernur  Menegaskan, akan membentuk tim investigasi untuk menulusuri masalah yang terjadi antara Bupati dan wakil bupati toli – toli itu. tim ini akan dibentuk dan diturunkan pada bulan ini.

“Tujuan utama dari tim investigasi ini untuk memulihkan keduanya. Karena ini tidak ada sanksi pelanggaran hukum, yang ada hanya pelanggaran etika  karena belum bisa mengendalikan emosi, amarah dan sedikit arogan dengan jabatan,” ujarnya.

Terkait dengan sikap Bupati yang melaporkan Wakilnya ke pihak kepolisian, Longki menilai hal tersebut sebagai tindakan pribadi. Namun yang pasti, tegas Longki, keduanya tetap akan diberi sanksi moral.

“Bupati melaporkan wakilnya, dimungkinkan karena merasa terganggu atas tindakan wakilnya. Sehingga Bupati membawa hal tersebut ke ranah hukum dengan ketentuan pasal yang tidak menyenangkan. Tapi untuk hubungan antara bupati dan wakil bupati, itu menjadi tanggung jawab kami, menasehati dan merujukkan agar mereka bisa kembali harmonis,” tegasnya. YP