Skrol untuk membaca pos

3 Alasan Kenapa Jomblo Bisa Terasa Menyakitkan

Muh. Rifai
A-AA+A++

Akibatnya, Anda berkecil hati kalau Anda tidak memiliki hubungan romance dengan siapapun. Ke manapun Anda pergi selalu ada pasangan yang bergandengan dengan mesra sementara Anda sendiri hanya dapat gigit jari. Keadaan ini sadar maupun tidak sadar membuat Anda down.

3. Teori Spiritual

Manusia tidak ditakdirkan untuk hidup sendiri atau menjadi jomblo. Manusia tidak dilahirkan untuk bersekolah dan bekerja saja. Memiliki hubungan romance yang indah dengan pasangan yang tepat adalah salah satu hal yang paling fulfilling dan didambakan oleh setiap manusia.

Pria dan wanita saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain. Dan sebagai mahluk emosional Anda juga membutuhkan pasangan yang akan memberikan Anda kepuasan emosional sepenuhnya.

Perhatian dan kasih sayang.

Isn’t that what we all need?

Itu sebabnya Anda merasa down dan stress karena Anda tidak mendapatkan apa yang jiwa Anda butuhkan dalam dunia jomblo. Itu sebabnya juga Anda rela berhubungan dengan orang yang tidak Anda inginkan, demi memenuhi kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang.

Ketika semua perasaan kejombloan tersebut terasa begitu nyata, campur aduk menjadi satu, yang Anda lakukan biasanya mencari kambing hitam. Anda mulai menyalahkan gebetan-gebetan Anda karena mereka tidak bisa melihat ketulusan Anda dan menganggap mereka mata keranjang atau matre, hanya tertarik pada pria yang berdompet tebal atau wanita bertubuh seksi saja.

Atau mungkin Anda mulai menyalahkan diri Anda sendiri yang tidak menarik dan tidak gaul. “Yah gue emang lossy, mana ada sih wanita yang mau sama gue.” Anda mulai menyalahkan keadaan Anda dan segala sesuatu yang ada di sekitar Anda.You become a very sad person. Dan hal ini dapat sangat berpengaruh ke dalam setiap aspek kehidupan Anda. Kuliah Anda, kerjaan Anda dan hubungan Anda dengan orang lain.

Rasa tidak puas Anda dengan keadaan memberi Anda alasan untuk tidak melakukan apapun selain mengeluh dan mengeluh. “Ah percuma saja lakukan ini dan itu, toh tetap saja tidak akan ada yang peduli. Tetap saja hasilnya kesepian. Tetap saja si dia gak bakal mao sama gue.”