Dukungan kepada Pasha Ungu juga disampaikan oleh seorang mahasiswa aktif Universitas Tadulako bernama Fahreza. Ia beranggapan bahwa siapapun itu, termasuk seorang pejabat, bisa memiliki gaya rambut apapun selama tidak melanggar aturan dan tidak menyalahi etika.
“Masyarakat Palu sudah seringkali ketemu Pasha sebagai wakil walikota. Sejak tahun lalu kami tahu gaya rambutnya seperti itu, sekalipun dia pakai peci hitam saat ada acara formal bahkan turun di masyarakat. Biar rambutnya seperti itu, dia tetap tutup rambutnya pakai peci, itu kan menurut saya tidak ada masalah, bahkan kami di Palu tidak merasa terusik,” ujarnya.
Ia sebaliknya turut menyayangkan sejumlah netizen yang membully beliau, juga kepada media nasional yang seakan hanya memberitakan isu yang kontroversi mengenai figur Pasha.
“Saya agak menyayangkan berbagai ujaran negatif ke beliau. Katanya tidak pantas lah, disuruh mundur lah, dikatain tidak beretika. Beliau bersama pak Hidayat sudah banyak berbuat positif untuk Kota Palu. Realisasi program cukup memuaskan. Netizen luar Palu yang tidak tahu apa-apa, justru menjudge beliau tidak pantas, ini kan lucu,” tandasnya.
“Terus juga media nasional ini pada kemana saat Pemerintah Kota Palu berbuat untuk masyarakat. Saat ada gagasan positif dari walikota dan wawali, kenapa media tidak viralkan seantero negeri. Padahal kalau mau dikata, mayoritas warga Palu pasti puas dengan kinerja beliau bersama Pak Hidayat (walikota, red) selama 2 tahun ini memimpin. Justru saat Pasha pakai banyak pin di jas, atau tangannya masuk kantong celana, baru dihebohkan. Padahal kami di Palu tidak ada heboh soal itu,” jelasnya dengan nada heran.
BACA JUGA : Pilkada Serentak Sulteng 2018, Dokter Anita Kandidat Terkaya
Dibalik kontroversinya gaya rambut Pasha “Ungu”, tersimpan banyak pro dan kontra kepada diri sang wakil walikota. Disaat cibiran datang bak air mengalir, dukungan dan support pun datang dari sejumlah masyarakat yang kemudian memberi testimoni akan kinerja Pasha Ungu sebagai wakil walikota Palu. Memberi dukungan itu penting, namun memberi saran dan kritik juga penting bagi seorang pemimpin. Zulrafli







