Skrol untuk membaca pos

Rambut Pasha tak Kuning Lagi, Tito: Pejabat Harus Jadi Contoh

Muh. Rifai
Pasha Ungu. Foto: Istimewa
A-AA+A++

PALU – Gaya rambut Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha menjadi kontroversi di tengah masyarakat karena dicat (pirang) berwarna kuning.

Gaya rambut itu sempat diunggah melaui akun Instagram miliknya @pashaungu_vm, pada Senin (27/7) lalu. Pasha yang sedang memakai seragam PNS itu menerima kunjungan dari DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara.

Terpantau media ini melalui unggahan Instagram @soalpalu Jumat, (31/7/2020), rambut Pasha tak berwarna kuning lagi. Dalam unggahan itu, rambut Pasha telah di potong.

“Sempat heboh sampai masuk berita TV Nasional, rambut Wakil Walikota @pashaungu_vm akhirnya tidak kuning lagi 😁”, tulis akun @soalpalu.


Melansir CNN Indonesia Jumat, (31/7/2020), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah menegur gaya rambut Pasha tersebut.

Tito menyarankan Pasha untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat karena masih berstatus sebagai kepala daerah.

“Sebaiknya pejabat negara memberikan contoh etika yang baik dan bertindak negarawan. Negarawan itu bisa dalam hal penampilan,” kata Tito usai menggelar Salat Iduladha di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (31/7).

Tito mengakui tak ada aturan yang mengatur etika penampilan kepala daerah dan memaklumi latar belakang Pasha sebagai musisi sehingga gaya seniman masih terbawa saat menjadi kepala daerah.

Meski demikian, Tito menyarankan agar Pasha bisa menempatkan diri dengan baik berdasarkan kondisi dan jabatannya saat ini.

“Beliau harus bisa menempatkan antara seniman dan birokrat yang memiliki kode etik, kultur tersendiri sebagai birokrat,” kata Tito.

Lebih lanjut, Tito lantas menyinggung pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun pendidikan di Akademi Militer atau Akademi Kepolisian diajarkan mengenai etika berpenampilan. Alhasil, kata dia, para birokrat maupun aparat bersenjata yang dihasilkan dari institusi pendidikan tersebut diklaim memiliki penampilan yang baik.

“Jiwa birokrat sekarang lebih kental, artinya jiwa seniman gak otomatis harus ilang, tapi ga ada artinya sampai merubah simbol atau penampilan rambut,” kata Tito.

Seperti diberitakan beberapa media lokal, Pasha sendiri sempat mengatakan bahwa perubahan warna rambut itu karena ia sedang syuting video klip selama beberapa hari. [***]