PALU – Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota palu mengadakan kunjungan silaturahmi ke Polres Kota Palu. Kunjungan tersebut dalam rangka mendukung Suksesi MUSPIMNAS PMII Di Boyolali Jawa Tengah pada 21 januari 2019 mendatang.
Dalam silaturahmi tersebut, PMII Cabang kota Palu diwakili oleh Sahabat Ahmad Afandi sebagi ketua cabang, Sahabat Fadlan sebagai Sekretaris cabang dan sahabat Farno sebagai ketua 2 bidang eksternal. Kedatang Pengurus Cabang Kota Palu tersebut disambut baik oleh Wakapolres Palu Kompol Basrum Sych Butuh, SH. Jumat (11/01/19)
Mengawali pembicaraan, Ketua Cabang Ahmad afandi menyampaikan agenda Muspimnas, yang mana dalam muspimnas nantinya akan membahas arah gerak organisasi PMII kedepannya, antara lain Peraturan Organisasi (PO) dan bergai macam hal penting dalam internal PMII.
“Pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan agenda besar yaitu musyawarah pimpinan nasional (MUSPIMNAS). Kegiatan ini merupakan forum pemusyawaratan tertinggi setelah kongres yang pesertanya akan di hadiri oleh Pengurus besar, 25 pengurus kordinator cabang dan 245 pengurus cabang seluruh Indonesia termasuk PC. PMII kota palu”. Jelas Ahmad Afandi
Menyambut kegiatan tersebut PC. PMII kota palu melakukan audiensi dan silaturahmi kepada beberapa stakeholder diantaranya Polres Palu. Ahmad Afandi menjelaskan ” kegiatan ini mengangkat tema “khidmat untuk negeri PMII dalam narasi pembangunan bangsa” sehingga secara umum kegiatan ini ditujukan untuk menggali pemikiran, ide dan gagasan yang diharapkan akan memberi kontribusi dalam ikhtiar pemerataan dan akselerasi pembangunan demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan”.
Selain itu Ahmad Afandi juga menambahkan ” bahwa kegiatan ini juga merupakan ajang penyatuan persepsi mahasiswa sebagai generasi muda bangsa dalam menghadapi momentum politik nasional 17 April 2019 mendatang”.
Menaggapi hal tersebut, Wakapolres Kompol Basrum Sych Butuh, SH mengatakan saat ini indonesia dalam sistem penyelenggaraan negara telah dibuat sebaik mungkin namun tercederai oleh permasalahan-permasalahan yang seharusnya sudah tuntas ketika Indonesia di proklamirkan.
“Munculnya sentimen etnis antar golongan, isu anti pancasila, anti islam membuat demokrasi yang tengah tumbuh subur sekejap menjadi tidak sehat dan rusak. Oleh karena itu pihak POLRES mengajak kepada seluruh elemen organisasi kepemudaan khususnya PMII bersama-sama pihak kepolisian untuk tetap menjaga semangat persatuan dan kesatuan NKRI dalam momentum politik seperti sekarang ini”. Jelasnya
Wakapolres palu juga menambahkan “PMII harus ada di garis terdepan dalam menjaga kesatuan bangsa, apalagi kedepan akan menjemput pesta demokrasi pasti akan adanya benturan antar sesama kita dalam mengambil pilihan politik”.
“Dan mari bersama sama menjaga kontestasi pesta demokrasi dari politik yang menjurus pada politik identitas, hoax dan sebagainya, PMII harus berada di depan untuk itu”. tutupnya. (YP)



