Wikra Mantan Teroris Poso yang Tobat dan Mendirikan Usaha

Muh. Rifai
A-AA+A++

POSO – Lima tahun mendekam di Lapas Kelas II Petobo Palu, menjadi titik balik bagi Wikra mantan teroris Poso untuk menyadari kesalahannya menjadi seorang teroris.

“Lima tahun saya evaluasi kembali tindakan saya, karena penjara tempat saya ditahan menjadi tempat untuk itikaf,” ujar Wikra kepada Kasubdit V Dit Intelkam Polda Sulteng Kompol Safruddin.




Wikra memutuskan keluar dari jaringan kelompok teroris karena sadar tindakannya itu menyebabkan sesama umat Islam menderita.

Menurutnya, pemahaman maupun idiologi yang keras kearah radikalisme dapat menjadi dasar seseorang melakukan aksi terorisme. Olehnya, ia berharap, pihak terkait harus melakukan program pencegahan penyebaran paham maupun idiologi keras yang mengarah kepada tindakan radikalisme.

Makanya dalam mengisi hari-harinya serta menghidupi keluarganya, Wikra membuka usaha. Alhamdulillah, berkat jerih payahnya bisa menafkahi keluarganya.

Ia juga sudah sangat aktif melakukan kegiatan – kegiatan positif di masyarakat. Yang jelas dua kali menjalani proses hukum, Wikra bertekad tidak akan mau lagi terpengaruh dengan paham-paham radikalisme apalagi sampai mengarah pada aksi teroris.

Wikra berharap eks narapidana kasus teroris dan simpatisan sebaiknya melakukan aktivitas yang positif dengan tetap melakukan kajian-kajian melalui majelis ta’lim, sehingga bisa memahami Islam yang benar dan rahmatanlillalamin.

Kepada pihak aparat keamanan, ia mengharapkan untuk terus melakukan pendekatan dengan cara membangun silahturahmi agar hubungan dan ikatan emosional tetap terjalin baik itu, dengan para eks Napi kasus teroris maupun dengan simpatisan, sehingga mereka tidak lagi terpengaruh dengan paham dan idiologi keras yang menjurus kepada aksi terorisme. (Agus Manggona)