oleh

PGRI Sulteng Sampaikan Tiga Rekomendasi ke Gubernur

Bagikan Artikel Ini

PALU – Gubernur Sulteng, Longki Djanggola didampingi Sekda Provinsi Sulteng, Mohammad Hidayat Lamakarate menerima kunjungan Ketua PGRI Sulteng Syamzaini dan pengurus, di ruang kerjanya, Selasa, 14 Januari 2020.

Pada kesempatan itu, Ketua PGRI Sulteng Syamzaini menyampaikan setidaknya tiga rekomendasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola terkait pengembangan pendidikan di provinsi ini.

Pertama, kata Syamzaini, saat ini yang perlu mendapat perhatian serius antara lain mengatasi peredaran narkoba dan penguatan pendidikan karakter. “Pendidikan karakter harus semakin digalakkan dan perlu upaya dini mencegah peredaran obat terlarang di kalangan siswa dan menanamkan karakter,” kata Syamzaini.

Kedua, PGRI Sulteng meminta Gubernur Sulteng berkenan mempertimbangkan untuk menetapkan agar di sekolah diajarkan tentang mitigasi bencana. Meskipun, kata dia tidak dalam bentuk mata pelajaran tetapi  diintegrasikan  pada kegiatan kurikuler,  intra kurikuler maupun ekstra kurikuler.

Menurutnya, PGRI Sulawesi Tengah memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Gubernur dalam kaitannya dengan keberhasilan pengelola pemerintahan dan masyarakat pada masa krisis pasca gempa yang disertai tsunami dan likuifaksi 28 September 2018 sehingga Sulawesi Tengah dapat bangkit lebih cepat.

Ketiga, PGRI meminta perhatian Gubernur untuk memberikan alokasi honor kepada guru-guru honorer melalui APBD.

Menanggapi tiga hal itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola menyampaikan bahwa peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Tengah yang dicapai selama ini juga atas peran dari semua guru-guru.

Demikian juga, kata dia terkait dengan peredaran narkoba, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan mengeluarkan surat edaran. Selanjutnya terkait dengan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah sudah sangat maksimal.

“Saya terus memastikan langkah-langkah pemulihan dampak bencana sudah berjalan dengan baik. Semuanya itu diharapkan sesuai kebutuhan masyarakat apalagi bidang pendidikan kita merasakan bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar dapat cepat dilaksanakan walaupun kita laksanakan di tenda-tenda hal tersebut merupakan komitmen kita untuk mempercepat proses pemulihan dari dampak bencana,” ujar Longki Djanggola.

Terkait honorer, Gubernur menyampaikan bahwa alokasi pemberian honor kepada guru-guru honorer supaya diusulkan secara berjenjang sesuai kewenangan dan pelaksanaannya harus proporsional, serta tidak bertentangan dengan aturan perundang undangan yang berlaku.

Selanjutnya Sekda Provinsi Moh. Hidayat Lamakarate, menyampaikan selamat kepada kepengurusan PGRI Sulteng yang baru, yang diharapkan dapat mengikuti prestasi dari kepengurusan sebelumnya. Sekda menyampaikan bahwa kebersamaannya dengan PGRI selama ini sudah berjalan sangat baik.

Terkait dengan pemberian honor kepada guru-guru honorer hal ini sementara dalam proses perhitungan dan validasi data jumlah honorer guru guru secara riil karena selama ini bayak guru honorer diangkat berdasarkan SK kepala sekolah sehingga perlu dilakukan validasi.

Ketua PGRI Sulawesi Tengah Syamzaini dan Pengurus PGRI periode 2019-2024, sempat memperkenalkan susunan kepengurusan PGRI hasil musyawarah yang baru dilaksanakan. Gubernur menyampaikan selamat kepada kepengurusan PGRI yang baru dan memberikan harapan agar guru-guru lebih kompak apapun organisasinya saya mengharap untuk terus menjaga kekompakan dalam melaksanakan tugas. (*)

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar