oleh

Jaksa Hadirkan Ahli dari Kemenag di Sidang Lanjutan Gus Nur

Bagikan Artikel Ini

PALU – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rasmudasati, Selasa (03/12), menghadirkan dua saksi pada sidang lanjutan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang melibatkan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur sebagai terdakwa.

Salah satu dari dua saksi yang dihadirkan itu adalah ahli dari Kementerian Agama (Kemenang) Provinsi Sulteng, Muhammad Ramli. Sementara, satu orang lainnya adalah saksi fakta Moh. Nizar Rahmatu.

Majelis hakim yang dipimpin Lilik Sugihartono itu terlebih dahulu memeriksa Moh. Nizar Rahmatu.

Dalam keterangannya, Nizar mengatakan bahwa apa yang diucapkan dalam konten YouTube Munjiyat Chanel tersebut merupakan ujaran kebencian yang sudah berlebihan dan menggangu kaum Nahdliyin.

Namun, kata dia, sebelum hal tersebut dilaporkan pengurus GP Ansor Palu, dia selaku koordinator wilayah Ansor-Banser Sulteng dan Gorontalo menyarankan agar melakukan tabayyun kepada yang bersangkutan.

“Tapi upaya tabayyun terhadap Gus Nur belum terlaksana, sudah dilaporkan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) GP Ansor Pusat itu.

Loading...

Ia juga menilai, apa yang disampaikan dalam konten YouTube tersebut bukan berupa nasehat.

Dia juga sempat meluruskan polemik terkait pengajian Ustadz Felix Siaw di Bangli yang dibubarkan Banser. Sebenarnya, kata dia, Banser hanya meminta kepada Ustadz Felix agar tidak mengisi ceramah anti Pancasila dan NKRI, tapi Ustadz Felix justru meninggalkan lokasi.

Sementara ahli dari Kemenag Sulteng, Muhamad Ramli, berpendapat, apa yang disampaikan dalam konten YouTube tersebut adalah penghinaan atau mengolok-olok.

Ia lalu mengutip salah satu ayat Al-Quran surah Al-Hujarat yang artinya janganlah satu kaum mengolok-olokan satu dan lainya, boleh jadi dia lebih baik dari pada yang mengolok-olokan”.

BACA JUGA  Aliansi Ormas Kota Palu Desak Polisi Tangkap Gus Nur

“Dalam menyampaikan sesuatu harus dengan cara yang baik dan santun,” ujarnya.

Sesuai dakwaan, kasus itu berawal dari ketidaksenangan Gus Nur atas video pembubaran pengajian Ustadz Felix Siau oleh Banser pada tanggal 4 November 2107.

“Terdakwa lalu menyuruh anaknya bernama Muhammad Munjiat untuk mengambil kamera digital merk Canon lalu membuat video rekaman atas dirinya dengan judul Ustadz Felix Bubarkan Banser Firaun Masa Kini,” tutur JPU.

Video tersebut lalu dilaporkan oleh GP Ansor Kota Palu ke pihak kepolisian. (Mal)

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 44
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru