Skrol untuk membaca pos

Asbudianto Minta Kontraktor Ganti Material LPS di Atas Galian SPAM Pasigala

Muh. Rifai
Nampak kondisi material pada pekerjaan bahu jalan ruas Biromaru – Karanjalemba yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Foto: Tim
A-AA+A++

PALU – Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Asbudianto,ST.,M.Si berang melihat pekerjaan bahu jalan ruas Biromaru – Karanjalemba yang diakibatkan Proyek galian pipa SPAM ( Sistem Penyediaan Air Minum ) PASIGALA (Palu, Sigi dan Donggala).

Paket pekerjaan dengan nama Proyek Construction of Water Distribution Pipe and House Connection Zone 3 and Zone 4 in Palu Regency dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengakibatkan bahu jalan sepanjang ruas Biromaru – Karanjalemba dibongkar, namun dalam pengerjaannya kembali menggunakan material asal – asalan saja.

“Ini material tidak memenuhi standar, kontraktor hanya kerja asal – asalan hanya bisa membongkar dan tidak tau mengembalikan kekondisi awal. Kontarktor harus bongkar kembali itu dan gunakan material sesuai spesifikasi,” tegas Asbudianto saat dimintai tanggapan oleh wartawan terkait pekerjaan bahu jalan ruas Biromaru – Karanjalemba itu.

Paket pekerjaan Proyek Construction of Water Distribution Pipe and House Connection Zone 3 and Zone 4 in Palu Regency dari Kementerian PUPR RI ini menelan anggaran sesuai kontrak sebesar Rp155.424.228.000,00 yang melekat di satuan kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Paket ini digarap oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang beralamat di Jalan Letjend TB Simatupang No 57 Pasar Rebo – Jakarta Timur.

Material LPS ( Lapis Pondasi Agregat Kelas S ) sebagai pengganti galian Pipa SPAM Pasigala yang dipasang disepanjang Jalan Provinsi Ruas Biromaru – Karanjalemba dengan nilai ratusan miliar tersebut menuai sorotan public, karena terkesan dikerjakan serampangan dan asal – asalan.

Sorotan ini cukup beralasan, sebab selain diduga menggunakan material bekas galian pipa dari Desa Pombewe Kecamatan Sigibiromaru Kabupaten Sigi dan peralatan tidak sesuai spek, juga kontraktor pelaksana tidak mengindahkan pedoman penggunaan material untuk bahu jalan Lapis Pondasi Agregat Kelas S (LPS).

Sorotan dating dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaman Sulteng, Moh. Rifaldi, SH mengatakan, pelaksanaan pekerjaan perbaikan bahu jalan ruas Biromaru – Karanjalemba itu ditemukan sejumlah kejanggalan.