WhatsApp Image 2026-10-26 at 23.12.47

Anwar Hafid Punya Kenangan Tersendiri di Poso

Muh. Rifai
Deklarasi dan Temu Masyarakat di Desa Mapane, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Selasa, 23 Juli 2024. FOTO: Infopena.
A-AA+A++

Bakal Calon Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mempunyai kenangan tersendiri di Kabupaten Poso.

“Saya punya kenangan tersendiri di Poso ini. Ketika saya sekolah SMA 1 di Poso, setiap sore saya datang berkebun di sini. Tepatnya di Desa Ratuleme,” ungkapnya.




Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah ini mengatakan, selama hampir dua tahun lamanya dia bolak-balik ke kebun pamannya yang bernama Akram Kamaruddin untuk menanam kelapa.

“Ada kebun om saya disitu. Namanya Akram Kamaruddin. Saya tiap hari tanam kelapa di situ hampir dua tahun lamanya bolak-balik,” kenangnya.

Atas dasar itu, Anwar Hafid meminta agar deklarasi dan temu masyarakat di Kabupaten Poso dibuat di Desa Mapane, Kecamatan Poso Pesisir.

“Maka saya bilang, tolong kalau bisa deklarasinya di sana. Karena bersejarah dalam hidup saya,” ujarnya, Selasa, 23 Juli 2024.

Dalam deklarasi itu, Anwar Hafid mengenalkan program-program unggulan mereka bersama Reny Lamadjido, sebagaimana mereka sampaikan di dekalarasi-dekalarasi sebelumnya.

Pertama soal pendidikan. Pendidikan bagi Anwar-Reny sangat penting.

“Bagi kami, pendidikan adalah harga mati. Karena saya orang susah dan saya bisa jadi begini karena sekolah,” katanya.

“Jadi nanti, kalau anak-anak kita sudah tamat SMA, hanya ada dua pilihan. Kalau dia tidak mau lagi kuliah, kita akan menyediakan tempat kerja. Kita buka balai latihan kerja besar. Sehingga mereka tidak menganggur. Tapi, kalau dia mau kuliah kita biayayi kuliahnya,” jelasnya.

Yang kedua kata Anwar, adalah peningkatan layanan kesehatan, termasuk cakupan BPJS gratis untuk pasien kelas III, apapun latar belakang sosial ekonominya. Program ini memastikan bahwa setiap orang, kaya ataupun miskin, memiliki akses terhadap layanan kesehatan berkualitas dengan hanya menggunakan KTP.

“Banyak rakyat kita hari ini BPJS-nya mati tidak bisa dibayar. Jadi pelayanan kesehatan kita perlu kita tingkatkan. Kami bercita cita, kalau kami jadi gubernur, kami akan menerapkan rakyat bisa berobat hanya dengan menggunakan KTP,” terangnya.

Selain itu katanya, menciptakan lapangan kerja di sulteng seperti apa yang sudah pernah dilakukannya selama menjadi Bupati Morowali.