oleh

Ulah Warganet Pastikan Kebenaran Jokowi Peserta Pertama Divaksin

JAKARTA — Vaksin Covid-19 yang diimpor dari China, Sinovac diprediksi akan dilakukan pekan kedua dan ketiga Januari 2021. Salah satu peserta vaksin perdana yang menjadi sorotan publik yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan beberapa waktu lalu akan menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin.

Namun, juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menangani vaksin Covid-19, dr. Siti Nadia Wiweko mengungkapkan, perlu ada konfirmasi lebih lanjut terkait Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin.

Baca Juga: Cara Cek Calon Penerima Vaksin COVID-19, Login pedulilindungi.id/cek-nik

“Terkait ini, kami akan menindaklanjuti dan memastikan terkait hal ini. Langkah-langkah berikutnya akan kami sampaikan nanti,” katanya dalam konpers seperti dilansir CNBCIndonesia.com, Minggu (3/1).

Ia menegaskan, vaksinasi ini berlangsung selama 15 bulan ke depan dan akan dibagi dengan sistem dua periode. Pada periode pertama, vaksinasi akan dilakukan pada Januari hingga April 2021 dengan peserta vaksinasi 1,3 juta tenga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik di 34 provinsi.

Sementara untuk periode berikutnya, vaksinasi akan digelar pada April 2021 – Maret 2022. Pada periode ini, vaksinasi akan menjangkau jumlah masyarakat yang belum dapat vaksin dari vaksinasi periode pertama.

Netizen Iseng

Seolah tak puas dengan keberhasilan yang dilakukan pemerintah, tingkah polah warganet di ranah media sosial terkait pembagian vaksin Sinovac ini dibuat iseng. Beredar sebuah unggahan E-KTP milik Presiden Joko Widodo berdomisili Provinsi DKI Jakarta dengan jabatan Gubernur.

Rupanya, E-KTP Jokowi di Twitter tersebut dibuat iseng oleh salah satu akun dengan nama Muhammad Mustadi @mathdroid pada 1 Januari 2021. Keisengan akun tersebut terlihat dari unggahan yang berhubungan dengan pendataan apakah Jokowi sebagai Presiden RI termasuk dalam daftar penerima vaksin Sinovac gelombang pertama.

BACA JUGA  Sekjen Bemut, Vaksinasi Merdeka Untuk Mahasiswa Se-Kota Palu Dibagi 3 Titik

Akun @mathdroid pun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik Jokowi yang tertera pada foto unggahan tersebut. Alih-alih membenarkan foto E-KTP itu, sang pemilik akun malah mengaku mendapat foto tersebut dari pencarian di Google.

Setelah akun @mathdroid memasukkan NIK tersebut di situs pendataan penerima vaksin Sinovac, foto unggahan Joko Widodo dinyatakan tidak masuk dalam penerima vaksinasi Sinovac periode pertama yang berbarengan dengan para tenaga kesehatan serta pejabat publik lainnya.

Melansir Kompas.com, Minggu (3/1), pengunggah menjelaskan bahwa dia hanya mengecek apakah pemilik NIK tertentu ada dalam daftar di web pedulilindungi.id menggunakan suatu aplikasi. Dia memastikan tidak ada data yang terbobol. Selain itu disertakan keterangan atau narasi berikut:

“Hi all, ga perlu kaget/takut/bingung:

  1. Gw gatau itu KTP asli atau nggak, hasil Google “ Jokowi NIK”
  2. Ada/nggaknya data dari API ini bukan penentu “dapet vaksin apa nggak”, ini cuma shortlist penerima vaksin gratis tahap ini aja.
  3. Gak ada data yang bobol, literally cuma cek apakah pemilik NIK tertentu ada dalam daftar atau nggak.
  4. Bruteforce cek NIK gak feasible juga saat ini; kita gak tahu berapa persen penerima vaksin tahap ini. 0.1%? 0.001%?

Thanks for the attention, yang mau ngobrol lanjut bisa di channel #vax”

Baca Juga: Presiden Siap jadi yang Pertama Vaksinasi Covid-19

Utas itu telah disukai lebih dari 6.800 kali dan dibagikan lebih dari 1.600 kali.

Komentar

Masih Hangat