Likuifaksi Palu Terbesar di Dunia

PALU – Fenomena likuifaksi setelah gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah, bukan terjadi kali ini saja.

Hal ini pernah terjadi beberapa kali di masa lalu, hingga warga Palu mempunyai sebutan sendiri untuk fenomena itu dengan sebutan nalodo.

Fenomena likuifaksi setelah gempa bumi sebenarnya kerap terjadi, termasuk di Aceh pada 2004 dan Pidie Jaya pada 2016.

Fenomena likuifaksi terjadi ketika guncangan gempa meningkatkan tekanan air tanah.

Hal ini membuat partikel tanah yang berpasir berubah karakteristik menjadi seperti cairan dan bergerak mengalir.

Secara ilmiah diartikan hilangnya kekuatan lapisan tanah pasir lepas akibat kenaikan tekanan air pada saat gempa bumi kuat dengan durasi yang lama.

Likuifaksi bisa terjadi akibat berbagai macam guncangan yang kuat, seperti gempa tektonik di Palu ini merupakan fenomena likuifaksi terbesar yang pernah terjadi di Indonesia, bahkan juga dunia!

Fenomena likuifaksi bisa menyebabkan bangunan ambles seperti terisap tanah atau roboh.

Likuifaksi sifatnya tidaklah menghancurkan bangunan, tetapi lebih kepada merusak fondasi bangunan sehingga tidak jarang bangunan menjadi miring dan roboh.

Sampai saat ini belum ada teknologi untuk mengatasi likuifaksi.

Cara yang paling bijak untuk mengantisipasi fenomena ini adalah dengan mengosongkan wilayah yang mengalami likuifaksi.

Wilayah yang pernah terdampak likuifaksi memiliki kemungkinan mengalami kejadian yang sama ketika terjadi guncangan yang kuat lagi.

Untuk itu, zona rawan likuifaksi dikatakan tidak layak huni.

Apabila tetap nekat membangun di zona patahan yang rawan likuifaksi, konstruksi sarang laba-laba atau cakar ayam wajib digunakan.

Meskipun begitu, tetap ada potensi bangunan akan miring atau terisap begitu terjadi likuifaksi.

Bukan hanya di Palu, beberapa kota di Indonesia pernah mengalami likuifaksi pasca gempa, diantaranya adalah Banda Aceh, Padang, Cilacap, dan Bantul.

BACA JUGA  Breaking News: Gempa Guncang Morowali

Sebenarnya, masih ada lagi daerah lain yang belum dipetakan sebagai daerah yang berpotensi tinggi rawan likuifaksi.

Pemetaan ini sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah melakukan tata ruang yang tepat agar bisa mengurangi risiko bencana.

Sumber: Berita Harian Kompas

 

Likuifaksi Palu Terbesar di Dunia 1

Komentar