Skrol untuk membaca pos

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026, Thailand Jadi Lawan Berikutnya

Muh. Rifai
Indonesia Vs Banglades. Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

Garuda masih menguasai permainan, tetapi tidak lagi mendapatkan ruang selebar pada babak pertama.

Indonesia bahkan sempat mencetak gol melalui Ole Romeny. Namun, gol tersebut dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR.

John Herdman kemudian melakukan sejumlah pergantian untuk menjaga intensitas permainan. Luke Vickery, Dean James, dan Egy Maulana Vikri mendapat kesempatan tampil.

Pergantian tersebut memberi tenaga baru bagi Indonesia.

Pada menit ke-90, Luke Vickery mencetak gol ketujuh Indonesia setelah menerima umpan Romeny. Bangladesh kemudian mendapatkan gol kedua melalui Farhaan Ali Wahid pada menit 90+1.

Indonesia tetap menyelesaikan pertandingan dengan kuat. Kevin Diks mencetak gol pada menit 90+6 sebelum satu gol tambahan membuat skor akhir menjadi 9-2.

Baker Jadi Perhatian

Di balik kemenangan besar Indonesia, Mitchell Baker menjadi pemain yang paling mencuri perhatian.

Penyerang tersebut mencetak lima gol dalam pertandingan ini. Empat gol pertamanya tercipta pada babak pertama, sementara gol kelima hadir pada masa tambahan waktu.

Kontribusi tersebut membuat Baker menjadi bagian penting dari kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh.

Namun, pesta gol Garuda juga lahir dari kontribusi pemain lain. Romeny berperan dalam terciptanya beberapa gol, sementara Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks turut menyumbang gol.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa ancaman Indonesia tidak hanya datang dari satu pemain. Ketika Bangladesh mencoba menutup ruang di lini depan, pemain dari lini kedua mampu memanfaatkannya.

Indonesia Juara Grup A

Kemenangan 9-2 memastikan Indonesia finis di posisi pertama Grup A.

Klasemen akhir Grup A:

Indonesia — 7 poin, 11-2, selisih +9
Malaysia — 7 poin, 9-0, selisih +9
Singapura — 3 poin
Bangladesh — 0 poin

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dan selisih gol +9. Pembeda akhirnya adalah jumlah gol yang dicetak.

Indonesia mengakhiri fase grup dengan 11 gol, sementara Malaysia mencetak sembilan gol. Dengan demikian, Garuda berhak menempati posisi teratas Grup A.

Bagi Indonesia, hasil tersebut sekaligus menjadi penutup fase grup yang sangat produktif. Dalam tiga pertandingan, Garuda mencetak 11 gol dan hanya dua kali kebobolan.