Skrol untuk membaca pos

Martin, Marquez, Bezzecchi Berebut Gelar MotoGP 2026

Muh. Rifai
Marc Marquez merayakan kemenangan di GP Aragon setelah memangkas jarak dengan Jorge Martin di klasemen MotoGP 2026. Foto: Tangkapan Layar
A-AA+A++

“Saat balapan menyisakan sepuluh lap, saya sedikit memacu kecepatan, menciptakan jarak, lalu kembali mengontrol situasi,” tuturnya.

Strategi tersebut membawa Marquez meraih kemenangan. Hasil ini juga menjadi kemenangan MotoGP ke-77 sepanjang kariernya dari 218 balapan yang telah diikuti.

Di sisi lain, Jorge Martin menghadapi akhir pekan yang jauh lebih sulit. Pembalap Aprilia Racing itu hanya mampu finis di posisi kelima dalam dua balapan di Aragon.

Masalah utama Martin adalah cengkeraman ban. Ia kesulitan menjaga kecepatan karena ban sering mengalami selip. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu bersaing langsung untuk posisi podium.

Meski demikian, Martin tidak mengambil risiko besar. Ia memilih mengamankan poin agar tetap memimpin klasemen.

“Saya memilih mengamankan poin. Saya lebih memilih itu daripada mengambil risiko lalu terjatuh,” ujar Martin.

Keputusan tersebut membuat Martin masih berada di posisi teratas. Keunggulannya memang berkurang, tetapi ia tetap memiliki modal 19 poin atas Marquez untuk menghadapi seri berikutnya.

Martin juga melihat sisi positif dari akhir pekan yang sulit tersebut. Ia merasa masih bisa merasakan karakter motornya meski performa ban tidak mendukung.

“Saya masih memimpin klasemen Kejuaraan, jadi pastinya ada hal yang sudah saya lakukan dengan benar,” katanya.

Sementara itu, Marco Bezzecchi menjadi salah satu pembalap yang tampil kuat sepanjang akhir pekan. Ia merebut pole position dan mengamankan dua podium di Aragon.

Hasil tersebut terasa semakin bagus bagi Bezzecchi karena Aprilia sebelumnya tidak terlalu kompetitif di sirkuit tersebut. Tahun lalu, ia bahkan memulai balapan dari posisi paling belakang.

“Tahun ini saya meraih pole position dan mendapatkan dua podium, jadi saya sangat puas,” ujar Bezzecchi.

Namun, Bezzecchi harus puas finis ketiga setelah terlibat duel dengan Marquez dan Pedro Acosta. Ia sempat kehilangan posisi karena Acosta memanfaatkan celah pada lap-lap terakhir.

Acosta akhirnya merebut posisi kedua. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing tersebut mampu mengikuti kecepatan Marquez dan Bezzecchi hingga akhir balapan.

Bagi Acosta, hasil tersebut menjadi bukti bahwa KTM mulai menemukan konsistensi. Ia mengakui masih memiliki kelemahan dalam kualifikasi, tetapi performanya dalam balapan mulai menunjukkan perkembangan.