Gempa juga sempat memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir. BMKG mencatat gelombang tsunami setinggi 1,61 meter di Reo, Manggarai dan Manggarai Timur. Di Maurole, Ende, gelombang mencapai 0,94 meter.
Gelombang dengan ketinggian lebih dari 0,5 meter juga tercatat di Bulukumba dan Sape, Bima. BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka air laut kembali aman.
BMKG menjelaskan gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Flores Back Arc Thrust atau sesar naik busur belakang Flores. Wilayah ini memang memiliki sejarah gempa besar. Salah satunya adalah gempa magnitudo 7,8 pada 1992 yang juga menyebabkan kerusakan dan tsunami.
Perbedaan gempa kali ini terletak pada kedalamannya. Gempa M7,7 tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 15 kilometer, sehingga guncangan terasa kuat di wilayah Pulau Flores dan sekitarnya.
Berdasarkan pengukuran BMKG, guncangan paling kuat mencapai skala VII MMI di Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Riung, Kabupaten Ngada, Kota Ambai, serta beberapa wilayah Manggarai dan Ruteng.
Sementara itu, skala VI MMI tercatat di Wolowae, Nagekeo, dan Kota Bajawa. Sejumlah wilayah lain di sekitar lokasi gempa merasakan guncangan hingga skala V MMI.
Untuk membantu proses pemulihan, BMKG mengirimkan tim ahli ke sejumlah wilayah terdampak. Tim tersebut melakukan survei untuk mengetahui kondisi tanah dan respons wilayah terhadap guncangan gempa.
Tim BMKG Pusat bersama 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di NTT melakukan pemetaan di wilayah Ngada, Nagekeo, dan sejumlah kawasan rawan lainnya. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum.
Di sisi lain, pemerintah terus mengirimkan bantuan kepada warga terdampak. BNPB bersama kementerian terkait telah berada di lokasi untuk membantu penanganan darurat, terutama pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan warga yang mengungsi.
Sebanyak 4.925 paket bantuan logistik dari pemerintah pusat telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke beberapa kabupaten, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Ende.









