Skrol untuk membaca pos

Mengenal Tapir Asia yang Viral, Satwa Asli Sumatera Ini Ternyata Punya Peran Besar Menjaga Hutan

Muh. Rifai
Tapir Asia. Foto ini dihasilkan Ai
A-AA+A++

Pelaku Pembunuhan Tapir di Mesuji Berhasil Ditangkap

Kabar terbaru, Satreskrim Polres Mesuji berhasil mengungkap dugaan kasus perburuan dan pembunuhan tapir yang terjadi di kawasan Hutan Register 45, Kecamatan Mesuji Timur.

Polisi telah mengamankan empat orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti.

Keempatnya dipersangkakan melanggar Pasal 40A ayat (1) huruf d Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya karena diduga memburu dan membunuh satwa yang dilindungi.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menindak setiap kejahatan terhadap satwa yang dilindungi.

Ia mengungkapkan Polda Lampung bersama Polres Mesuji bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat hingga berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tapir.

Yuni juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perburuan terhadap satwa yang dilindungi serta segera melapor kepada kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan kejadian serupa.

Jadi, Tapir Asia atau “Cipan” sebenarnya merupakan tetangga hutan yang kalem dan tidak pernah mengganggu manusia. Tubuhnya memang unik, tapi perannya menjaga keseimbangan hutan jauh lebih penting.

Kasus di Lampung menjadi pengingat bahwa hilangnya satu ekor tapir bukan hanya kehilangan seekor satwa, tetapi juga berkurangnya penjaga alami hutan Indonesia.

Kalau suatu saat bertemu tapir di jalan atau di sekitar permukiman, jangan diburu atau disakiti. Dokumentasikan dari jarak aman, lalu segera laporkan ke BKSDA atau pihak berwenang agar satwa dilindungi ini bisa kembali ke habitatnya dengan selamat. (Rfi/Dari Berbagai Sumber)