Skrol untuk membaca pos

Mengenal Tapir Asia yang Viral, Satwa Asli Sumatera Ini Ternyata Punya Peran Besar Menjaga Hutan

Muh. Rifai
Tapir Asia. Foto ini dihasilkan Ai
A-AA+A++

Mereka juga termasuk hewan nokturnal. Siang hari dipakai untuk beristirahat, sedangkan malam baru keluar mencari daun, pucuk tanaman, dan buah-buahan.

Kalau kaget, tapir biasanya hanya mengeluarkan suara pendek. Saat merasa terancam, mereka lebih memilih kabur ke sungai karena tapir termasuk perenang yang sangat baik. Bahkan mereka bisa berjalan di dasar sungai sambil menahan napas.

4. Kenapa Tapir Penting Buat Hutan?

Meski terlihat pendiam, tapir punya pekerjaan besar di alam.

Mereka dikenal sebagai “tukang kebun” hutan. Buah yang dimakan akan dicerna, lalu bijinya ikut keluar bersama kotoran di tempat yang berbeda.

Proses sederhana ini membantu penyebaran berbagai jenis pohon di dalam hutan.

Satu ekor tapir bahkan bisa menyebarkan ribuan biji setiap tahun. Jadi kalau populasi tapir terus berkurang, regenerasi hutan juga ikut terganggu.

5. Kronologi Tapir Viral di Lampung

Peristiwa yang ramai dibicarakan terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026.

Seekor tapir terlihat berjalan sendirian di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji. Banyak warga merekam momen langka tersebut hingga videonya viral di media sosial.

Diduga tapir itu keluar dari habitatnya karena kawasan hutan yang menjadi tempat hidupnya sudah terbelah oleh jalan sehingga ia tersesat.

Namun beberapa jam kemudian muncul video lain yang memperlihatkan tapir tersebut sudah mati. Dugaan sementara, satwa dilindungi itu diburu dan dibunuh oleh warga.

Kasus tersebut langsung mendapat perhatian luas karena Tapir Asia merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

6. Kenapa Populasi Tapir Terus Menurun?

Ada beberapa penyebab yang membuat jumlah Tapir Asia semakin sedikit.

  • Habitat hutan terus berkurang akibat alih fungsi lahan.
  • Banyak tapir tertabrak kendaraan saat menyeberangi jalan pada malam hari.
  • Masih ada perburuan karena beredar mitos bahwa bagian tubuh tapir bisa dijadikan obat, padahal hal itu tidak pernah terbukti.
  • Perkembangbiakan tapir juga sangat lambat. Masa buntingnya sekitar 13 bulan dan setiap kelahiran biasanya hanya menghasilkan satu anak.

Saat ini populasi Tapir Asia di alam diperkirakan hanya sekitar 2.500 ekor sehingga status konservasinya masuk kategori Terancam Punah.