Anwar Hafid mengatakan, saat ini pemerintah memprioritaskan Program BERANI Cerdas dan BERANI Sehat. Pada sektor pendidikan, pemerintah terus memperluas akses layanan pendidikan, termasuk sistem pendaftaran sekolah secara daring hingga ke seluruh kabupaten dan kota. Meski begitu, masih ada sejumlah daerah terpencil yang belum memiliki jaringan internet memadai.
Di bidang kesehatan, melalui Program BERANI Sehat, pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapat pelayanan kesehatan meski terkendala administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Kondisi keuangan daerah boleh saja terbatas, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Orang yang sakit harus tetap dilayani. Anak-anak harus tetap bisa sekolah. Itu komitmen pemerintah,” tegasnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus memperluas akses listrik. Anwar Hafid menyebutkan, beberapa tahun lalu terdapat sekitar 89 desa yang belum menikmati listrik PLN. Kini jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 65 desa dan ditargetkan seluruh desa sudah teraliri listrik sebelum tahun 2029.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN agar seluruh desa dapat menikmati listrik. Ini bukan sekadar soal penerangan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Anwar Hafid juga menyampaikan pentingnya keadilan fiskal bagi daerah penghasil sumber daya alam seperti Sulawesi Tengah. Menurutnya, daerah penghasil layak memperoleh porsi penerimaan negara yang lebih besar agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Selain itu, pemerintah terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya dengan bekerja sama dengan perusahaan industri dalam menyediakan pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan bahasa Mandarin sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin lulusan pelatihan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga langsung memiliki peluang bekerja di kawasan industri yang berkembang di Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, mengajak seluruh alumni PMII untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, IKA PMII tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mitra pemerintah yang memberikan gagasan, pengawasan, dan solusi bagi masyarakat.









