Skrol untuk membaca pos

Singapore Open 2026: Fajar/Fikri dan Alwi Farhan Buka Jalan Emas Indonesia

Muh. Rifai
Fajar/Fikri dan Alwi Farhan. Foto: Tangkapan Layar Via Instagram Badminton.ina
A-AA+A++

“Tapi dari awal gim ketiga kami tidak mau kalah, siapapun yang pegang servis, siapapun yang di depan kami tidak boleh kalah bola depannya. Dengan kondisi bola yang kencang, memegang permainan depan adalah kunci,” lanjutnya.

Menghadapi semifinal, Fajar menyadari tantangan yang akan dihadapi semakin berat. Ia menyebut seluruh pasangan yang tersisa memiliki kualitas tinggi sehingga persiapan strategi dan kondisi fisik menjadi perhatian utama.

“Siapapun lawan besok pasti jauh makin berat, makin bagus. Kami masih menunggu antara Aaron/Soh atau Liang/Wang tapi kami harus siap menyiapkan strategi yang baik bagaimana melawan mereka dan juga kami harus terus menjaga kondisi biar stamina kami terus terjaga,” ujar Fajar.

Di sektor tunggal putra, Alwi Farhan mencatat pencapaian penting dengan menembus semifinal pertamanya di turnamen Super 750. Pebulu tangkis muda Indonesia itu sukses membalas kekalahan sebelumnya dari Kodai Naraoka sekaligus menjaga peluang meraih hasil terbaik di Singapura Open tahun ini.

“Alhamdulillah, senang banget pastinya bisa menang, membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750. Tadi sempat terkejar di gim kedua tapi bisa mengontrol tekanan dan bisa menguasai keadaan,” kata Alwi.

Meski tampil impresif sejak awal turnamen, Alwi mengakui dirinya sempat merasakan tekanan setelah sukses menyingkirkan unggulan pertama Shi Yu Qi pada babak sebelumnya. Ia khawatir mengalami penurunan performa setelah kemenangan besar tersebut.

“Hari ini justru saya agak tertekan karena kemarin sudah mengalahkan unggulan pertama, pikirannya terbalik karena ‘oh, sudah ngalahin Shi Yu Qi harusnya bisa menang sama yang lainnya’. Tapi saya mencoba mengontrol dan belajar dari pengalaman, ketika bermain bagus kemarin tidak menjamin hari ini bisa bermain bagus. Jadi takut antiklimaks juga tapi akhirnya saya bisa mengontrol, saya bisa memeluk keadaan walaupun sedikit struggle. It is what it is,” ungkapnya.

Alwi juga mengaku sudah belajar dari pertemuan sebelumnya melawan Naraoka di Kejuaraan Asia. Ia memahami karakter permainan lawan yang sering memperlambat tempo pertandingan sehingga dibutuhkan kesabaran ekstra.