Gagasan pendidikan gratis ini tidak lahir dari ruang kosong. Di baliknya, ada efisiensi besar-besaran pada struktur APBD 2025. Pemerintah memotong anggaran perjalanan dinas, makan minum, hingga operasional pegawai. Anwar Hafid menyatakan, “Uangnya kita alihkan untuk menggratiskan pendidikan dan membantu biaya kuliah.”
Tak hanya di pendidikan, konsep BERANI juga merambah sektor kesehatan. Terhitung sejak 13 April 2025, seluruh warga Sulteng cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan, tanpa harus menunggu aktivasi BPJS.
“Sekarang tidak ada alasan masyarakat tidak bisa berobat,” tegas Gubernur.
Semangat gotong royong menjadi benang merah dari semua program ini. Di Hari Pendidikan Nasional ini, Provinsi Sulawesi Tengah mengirim pesan yang kuat: tak boleh ada lagi anak yang tertinggal karena biaya.
BERANI Cerdas, BERANI Sehat, dan efisiensi anggaran bukan sekadar program administratif, melainkan wajah dari tekad baru membangun Sulteng yang lebih setara, inklusif, dan manusiawi.***









