Chelsea dikabarkan semakin serius mendekati Rafael Leao dari AC Milan, tetapi sang penyerang sayap asal Portugal ini terus membuktikan bahwa ia adalah aset berharga bagi Rossoneri.
Dengan 12 gol yang sudah ia cetak musim ini, Leao menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya seorang winger biasa, tetapi juga pemain yang bisa diandalkan dalam urusan mencetak gol.
Apakah Chelsea akan mampu membujuk AC Milan untuk melepas mesin gol mereka?
Musim ini, Leao telah mengoleksi 12 gol dalam berbagai ajang, dengan rincian:
- 10 gol untuk AC Milan (Liga Italia, Liga Champions, Coppa Italia, Piala Super, dan laga persahabatan).
- 2 gol untuk Timnas Portugal (UEFA Nations League & laga persahabatan).
Berdasarkan data WhoScored, 2025, ia juga telah mencatatkan 8 assist, membuktikan bahwa dirinya tidak hanya bisa mencetak gol, tetapi juga menciptakan peluang bagi rekan setimnya.
Selain itu, dengan total 70 tembakan sepanjang musim, di mana 34 di antaranya tepat sasaran, efektivitas Leao dalam menyerang semakin terlihat.
Statistik Sepanjang Karier di Milan: 248 Laga, 68 Gol
Sejak bergabung dengan AC Milan pada Agustus 2019, Leao telah mencetak total 68 gol dalam 248 pertandingan. Performa impresif ini menjadikannya salah satu penyerang paling berbahaya di Liga Italia.
Jika dibandingkan dengan musim lalu, di mana ia mencetak 15 gol dalam 41 pertandingan, Leao masih berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan konsistensinya sebagai salah satu penyerang sayap terbaik di Eropa.
Dengan statistik ini, Chelsea melihatnya sebagai solusi ideal untuk meningkatkan ketajaman lini depan mereka musim depan.
Chelsea Butuh Leao, tapi Bisakah Ia Adaptasi di Liga Inggris?
Lini depan Chelsea musim ini masih belum stabil, dengan beberapa pemain mereka kesulitan mencetak gol secara konsisten. Leão dianggap sebagai jawaban atas masalah itu, mengingat ia memiliki kecepatan, kreativitas, dan finishing yang tajam.
Namun, Liga Inggris adalah tantangan yang berbeda. Bisakah Leao mempertahankan produktivitas golnya di Inggris? Sejauh ini, ia sudah membuktikan kemampuannya di Liga Italia dan Liga Champions, tetapi adaptasi di liga yang lebih cepat dan lebih fisik akan menjadi ujian tersendiri.









