Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menutup tahun 2024 dengan sejumlah capaian strategis dalam penanganan kejahatan, seperti yang disampaikan oleh Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Agus Nugroho dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Aula Rupatama Polda Sulteng, Selasa (31/12/2024).

Menurut Kapolda, sepanjang tahun 2024, angka kejahatan di wilayah Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 9.252 kasus, naik 3,47% dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 8.942 kasus. Dari total tersebut, sebanyak 6.206 kasus atau 67% berhasil diselesaikan.

“Kami mencatat peningkatan dalam penanganan kasus tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras aparat kepolisian dan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang mendukung,” ungkap Kapolda Agus Nugroho.

  • Empat Kategori Kejahatan Utama

Kapolda merinci bahwa kejahatan yang terjadi selama tahun 2024 terbagi dalam empat kategori utama:

  • Kejahatan Konvensional: 8.248 kasus.
  • Kejahatan Transnasional: 889 kasus.
  • Kejahatan terhadap Kekayaan Negara: 155 kasus.
  • Kejahatan Berimplikasi Kontijensi: Nihil.

Kapolda juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan.

“Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” imbuhnya.

  • Penanganan Narkoba: Pengungkapan Kasus Meningkat 14%


Sepanjang 2024, upaya Polda Sulteng dalam memberantas narkoba membuahkan hasil yang signifikan. Sebanyak 634 kasus narkoba berhasil diungkap, naik 14% dibandingkan 544 kasus pada 2023. Dari jumlah tersebut, 486 kasus berhasil diselesaikan, dengan tersangka sebanyak 811 orang—meningkat dari 700 orang pada tahun sebelumnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan peningkatan signifikan, di antaranya:

  • Sabu: 64.383,77 gram (naik 49,6% dari 43.045,01 gram di 2023).
  • Tembakau Gorilla: 40 gram (naik 857% dari 4,18 gram di 2023).
    Namun, barang bukti ganja dan obat terlarang justru menurun, masing-masing turun 9% dan 56,2%.

“Kami terus bekerja keras tanpa memberi ruang kepada para pelaku narkoba,” ujar Kapolda Agus.

  • Kasus Korupsi dan Pengelolaan Keuangan Negara

Selain kasus narkoba, Polda Sulteng juga menangani 27 kasus tindak pidana korupsi sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut, 11 kasus berhasil diselesaikan dengan kerugian negara mencapai Rp40,48 miliar. Sementara itu, uang negara sebesar Rp4,71 miliar berhasil diamankan.

“Kami berkomitmen meningkatkan transparansi dan akuntabilitas untuk memberantas tindak pidana korupsi,” tegas Kapolda Agus Nugroho.

  • Destructive Fishing Jadi Sorotan

Kapolda juga memaparkan pencapaian Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) dalam menangani kejahatan di laut. Sepanjang tahun ini, 21 kasus kejahatan laut berhasil diungkap, dengan 16 di antaranya terkait tindak pidana destructive fishing. Angka ini naik 100% dibandingkan tahun 2023.

“Praktik destructive fishing merusak ekosistem laut dan merugikan nelayan. Ini menjadi fokus utama kami untuk melindungi keberlanjutan sumber daya laut,” kata Kapolda.

Kapolda juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan bersama-sama memberantas kejahatan yang merugikan lingkungan hidup.

  • Lakalantas Menurun, Namun Korban Tetap Jadi Perhatian

Dari segi lalu lintas, Polda Sulteng mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 12%. Pada 2024, tercatat 1.023 kasus lakalantas, menurun dibandingkan 1.162 kasus pada tahun 2023.

Namun, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas masih mencapai angka yang cukup tinggi, yakni 331 orang. Sementara itu, 483 orang mengalami luka berat dan 1.175 orang menderita luka ringan, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp4,4 miliar.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas dengan menggalang sinergi berbagai pihak,” ujar Agus.

  • Apresiasi dan Harapan untuk Tahun Mendatang

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Agus Nugroho menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, LSM, mahasiswa, dan awak media yang mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Sulawesi Tengah.

“Kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dengan optimal, humanis, dan tegas. Keberhasilan ini adalah wujud akuntabilitas Polri kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kapolda juga menutup konferensi pers dengan doa dan harapan agar tahun 2025 membawa keberkahan serta kemajuan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.