Mohammad Iqbal menjelaskan kerusuhaan api teroris dipicu saat penjaga memeriksa kiriman makanan dari keluarga narapidana yang membutuhkan waktu lama, sehingga memantik kemarahan para tahanan.
Mohammad Iqbal mengancam akan melakukan tindakan tegas apabila upaya negosisasi pembebasan sandera dengan narapidana (napi) terorisme di Mako Brimob menemui jalan buntu.
Melalui keterangan terpisah yang diterima VOA dari Rumah Sakit Polri Said Sukanto Jakarta, keenam nama korban tewas dalam insiden ini adalah Bripda Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli Idensos, Ipda Rospuji, Bripka Denny, Briptu Fandi, dan napi teroris bernama Benny Syamsu Tresno. Satu nama lagi yaitu Bripka Iwan Sarjana, disebut masih hidup namun disandera oleh kelompok narapidana. Sumber: Voa Indonesia
[related-content]







