Skrol untuk membaca pos

Proyek Rp150 Miliar Sungai Palu Terancam Gagal : Molor, Cacat Konstruksi, dan Pembengkakan Biaya

Muh. Rifai
A-AA+A++

  • Consolidation Dam: Dua unit bendungan besar lainnya juga akan dibangun di Sungai Kawatuna. CD 1 dengan tinggi 5 meter dan panjang 49,3 meter, sementara CD 2 berdiri setinggi 7 meter dan sepanjang 57,6 meter. Pekerjaan ini dirancang untuk menjaga stabilitas aliran air di kawasan hulu dan hilir sungai.

Pekerjaan Revetment dan Groundsill:

  • Revetment Work: Untuk memperkuat dinding sungai, dua unit revetment (penguatan lereng) setinggi 4,7 meter dengan panjang 125 meter, dan satu unit setinggi 2,5 meter dengan panjang 1.182 meter menggunakan Beton Siklop K 175, juga akan dibangun. Struktur ini ditujukan untuk menahan erosi dan memperkuat tebing sungai yang kerap longsor.
  • Groundsill (Ambang Batas): Sebanyak enam unit groundsill dengan tipe 1, tinggi 2 meter, dan panjang 17,7 meter akan ditambahkan untuk mengatur aliran air dan mengurangi efek erosi dasar sungai.

Namun, berbagai kendala teknis yang muncul di lapangan, mulai dari sisa-sisa bangunan lama yang tertanam di alur proyek hingga kesulitan teknis dalam pemancangan Concrete Sheet Pile, telah membuat proyek ini menjadi semakin kompleks.

Meski rencana besar ini dirancang untuk melindungi ribuan warga dari ancaman bencana, tantangan di lapangan membuat perjalanan menuju penyelesaian proyek semakin penuh liku.

Kini, yang tersisa adalah harapan agar semua masalah teknis bisa diselesaikan dalam waktu yang tersisa, tanpa menambah beban biaya lebih besar yang berisiko menggerus manfaat yang dijanjikan. Bagaimanapun, proyek ini adalah janji besar untuk menjaga masa depan Kota Palu dari ancaman bencana alam yang tak terduga.