Skrol untuk membaca pos

Empat Partai Mantap Lawan Jokowi

Muh. Rifai
Ilustrasi Pemilu. Merdeka.com
A-AA+A++

JAKARTA – Arah koalisi untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2019 sudah terlihat jelas. Empat partai, yakni Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mulai membentuk Sekretariat Bersama (Sekber). Keempat partai mantap melawan Joko Widodo di pilpres 2019 mendatang.

Dikomandoi Wakil Dewan Pembina DPP Gerindra Sandiaga Uno, Sekber ini nantinya akan menjadi posko untuk membahas permasalahan bangsa, khususnya di bidang ekonomi.

“Ini bukan deklarasi koalisi (Pilpres). Namun malam ini kita hanya resmikan Posko Bersama, sebagai rumah rakyat untuk membahas segala hal yang terkait permasalahan bangsa. Khususnya bagaimana mencari solusi hal-hal yang terkait bidang ekonomi. Sehingga rakyat bisa berdiri di kaki sendiri,” kata Sandiaga, saat membuka acara peresmian Sekber di Gedung The Kemuning di Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, semalam (27/4).

Meski begitu, lanjut Sandi, dalam acara peresmian ini pihaknya sudah mengundang para ketua umum PAN dan PKS. Namun karena ada kegiatan, kedua partai itu diwakili pengurus lainnya.

“Alhamdulillah Pak Prabowo datang sebagai undangan. Dan yang lain di hadiri oleh Pak Hanafi Rais dari PAN dan Pak Abdul Hakim dari PKS. Tapi sekali lagi, kita jangan terjebak pada diskursus yang hanya fokus pada urusan politik, siapa capres dan cawapres. Tapi dengan Sekber ini diharapkan lahir gagasan-gagasan untuk ekonomi Indonesia lebih baik dan dapat mensejahterakan rakyat ke depannya,” tandas Sandi yang juga menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais. Secara pribadi dirinya menyambut baik keberadaan Sekber ini.

Putra dari Amien Rais ini pun berharap, nantinya Sekber ini harus bisa menjadi tempat koalisi besar.

“Saya menyatakan, ada yang hilang selama ini dari berbagai diskursus, adalah keberpihakan kepada rakyat. Jadi kehadiran kita untuk mempertegas dan mempertajam isu untuk menyatukan seluruh elemen bangsa. Sehingga menjadi koalisi besar untuk rakyat,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menerangkan, saat ini perekonomian bangsa sedang terpuruk. “Saya setuju ini menjadi tempat diskusi untuk kebaikan negeri. Misal dalam satu kurun seminggu saja, dolar tembus menjadi Rp 14 ribu. Surat utang negara sudah tidak laku. Ini bukti realitas masalah ekonomi yang harus disikapi seluruh anak bangsa,” tegasnya.