Olehnya, pemerintah harus mulai menyiapkan para entrepreneur muda yang dapat menggerakkan perekonomian daerah yang tidak hanya mengandalkan sektor pertambangan.
“Kita harus mulai menyiapkan entrepreneur baru hingga 10.000 – 20.000. Selama ini kita terlalu dininabobokkan oleh tambang, kita harus mulai siapkan UMKM yang bisa bersaing,” jelas Ahmad Ali.
Dengan dipindahkanya ibu kota negara dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan, juga jadi peluang bagi Sulawesi Tengah melirik pasar baru untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini akan jadi pasar baru bagi kita untuk membuka lapangan pekerjaan dengan menyiapkan para pengusaha muda dari daerah ini. Di sana akan ada jutaan orang yang hidup, sementara sumber kehidupan logistik tidak ada di sana, kita harus bisa menjadi penyuplai logistik ke sana. Masyarakat harus kita ubah cara pandangnya, petani harus jadi profesi yang menjanjikan kesejahteraan,” tandasnya.




