Skrol untuk membaca pos

Kader Nasdem: Surya Paloh Sangat Tepat Dampingi Jokowi

Muh. Rifai
Foto: Istimewa
A-AA+A++

Sayangnya, tutur dia, pada pilpres 2019 nanti, Undang-Undang Dasar 1945 membatasi Jusuf Kalla untuk maju lagi sebagai calon Wakil Presidennya Jokowi. Peluang yang tersedia bagi Jusuf Kalla hanya sebagai Calon Presiden.

“Kondisi yang membuat Jokowi pada posisi sulit dalam memilih calon Wakil Presiden sekaliber Jusuf Kalla, yang sekaligus dapat memastikan kemenagan sebagai presiden untuk masa jabatan 2019-2024, “ujar Kisman

Sekarang sangat dibutuhkan tokoh yang punya kemampuan akrobat  politik setingkat atau di bawah makomnya Jusuf Kalla untuk mendampingi Jokowi. Sebelum menjadi Wakil Presidennya Jokowi, JK merupakan Ketua Umum Dewan Mesjid Indonesia (DMI). Selain itu, ia juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) dan berasal dari kalangan NU.

Singkatnya kata Kisman, ketokohan pak Jusuf Kalla ini bisa diterima semua kelompok masyarakat, baik golongan sajadah sampai dengan yang haram jadah. Ketokohan yang mirip dengan Pak Jusuf Kalla ini hanya ada pada figur Surya Paloh. Ketua Umum Partai Nasdem ini punya kemampuan komunikasi politik yang mumpuni, dan diterima oleh semua kalangan, baik kawan maupun lawan, apalagi yang berhubungan dengan  kepentingan bangsa dan negara.

Surya Paloh tambah Kisman, juga terkenal dengan sifat rela berkorban dan ringan tangan—senang berbagi, baik itu dengan teman maupun lawan politik. Apalagi untuk hal-ihwal yang berkaitan dengan dengan kemajuan bangsa. “Banyak juga pimpinan partai politik yang saat kesulitan datang dan minta tolong kepada Surya Paloh, baik itu yang berupa ide dan gagasan maupun yang non ide dan gagasan

Sebagai mantan petinggi Partai  Golkar, Surya Paloh sangatlah cain dalam berkomunikasi dengan pertinggi Golkar saat ini. Begitu juga dengan pimpinan Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dan Wiranto. Surya Paloh dan Wiranto sama-sama kadernya mantan presiden Soeharto, meskipun Harian Prioritas milik Surya Paloh pernah dibredel di eranya Soeharto

“Surya Paloh sangat dekat dengan OSO. Dulu di era orde baru kedua tokoh ini sama-sama dan sering melakukan kerja dan tugas untuk kemajuan bangsa dan negara, tapi hasil-hasil kerja kedua tokoh ini tidak untuk dipublikasikan kepada publik. Tentu saja kedekatan hubungan pribadi tersebut dapat dipastikan masih berlangsung sampai sekarang, “ujar Kisman