JAKARTA — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dinilai fugur paling pas dan tepat meminkan peran sebagai Jusuf Kalla (JK) yunior. Kepiawaian Surya Paloh melakukan mobilitas polilitik sangat bisa diterima koalisi partai-partai yang akan mencalonkan Joko Widodo sebagai Presiden 2019 nanti. Kemampuan lobi dan komunikasi politik bos Media Grup ini hampir sama atau setingkat di bawah Jusuf Kalla.
“Surya Paloh sangat mumpuni berperan sebagai JK yunior. Selain sangat dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Surya Paloh juga memiliki kemampuan pendanaan finasinal yang mapan dan mandiri. Untuk itu, sangat layak dan tepat jika Jokowi memilih Surya Paloh sebagai calon Wakil Presiden 2014-2019 nanti,“ ujar politisi Partai Nasdem Kisman Latumakulita kepada wartawan di Jakarta Senin (16/4/2018).
Menurut Kisman, Surya Paloh mempunyai hubungan yang sangat dekat secara lahiriyah dan batiniyah dengan para petinggi Golkar. Sebab Surya Paloh lama menjadi kader Golakr, bahkan pernah menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar. Ketika itu Ketua Umum Partai Golkar adalah Jusuf Kalla
Dijelaskan Kisman, kesulitan paling fundamental yang bakal dialami Jokowi untuk maju sebagai calon Presiden 2019 adalah mendapatkan Wakil Presiden sekaliber Jusuf Kalla. Yang paling menonjol dari Yusuf Kalla adalah bisa masuk dan diterima oleh semua lapisan masyarakat. Kelebihan pak Jeka juga adalah bisa bicara dari hati ke hati, baik dengan kawan maupun lawan
Kisman mengungkapkan, tokoh penentu dibalik kemenagan pasangan Jokowi-JK atas Prabowo-Hatta adalah Yusuf Kalla. Para pemilih dari Indonesia Timur yang menusuk gambar Jusuf Kalla itu ada delapan juta lebih. Para pemilih Jusuf Kalla juga umumnya berasal dari pengurus dan jamaah mesjid serta mushollah.
Jika bukan karena wakilnya Jusuf Kalla, ucapnya, belum tentu Jokowi bisa tinggal di Istana Bogor seperti sekarang. Pada Pilpres tahun 2014 lalu, pasangan Jokowi-JK memperoleh kemenangan dengan perolehan 70.633.576 suara atau 53,15%. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta hanya mendapatkan 62.262.844 suara. Dengan demikian, terdapat selisih kemenangan Jokowi-JK atas Prabowo-Hatta sebanyak 8.370.732 suara.









