Skrol untuk membaca pos

Anwar Hafid Tekankan, Pentingnya Mengenal Calon Pemimpin

Muh. Rifai
A-AA+A++

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido melanjutkan safari politiknya di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Ini merupakan titik ke 13 deklarasi mereka.

Deklarasi kali ini dilaksanakan di Desa Malanggong, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Rabu siang ini pukul 14.00 Wita (31/07/2024).

Dihadapan ribuan masyarakat Kecamatan Buko, Buko Selatan dan Bulangi, Anwar Hafid menekankan pentingnya masyarakat mengenal pemimpinnya agar tidak salah dalam memilih pemimpinnya.

“Kita ingin Pilkada Sulteng berkualitas, maka syaratnya rakyat harus mengenal pemimpinnya. Istilahnya jangan pilih kucing dalam karung, tapi pilihlah kucing di luar karung, itulah sehingga rakyat harus kenal pemimpinnya,” ujar Anwar Hafid.

“Untuk itulah sebabnya kenapa saya dan ibu Reny datang kesini, agar bapak ibu bisa mengenal langsung kami sehingga bisa menjadi salah satu pilihan alternatif bapak ibu,” tambah Anwar Hafid.

Mantan Bupati Morowali dua periode ini menyampaikan, dia bersama dr. Reny Lamadjido sudah mendapatkan dukungan yang cukup dari Partai Politik untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulteng pada 27 – 29 Aguatus 2024 mendatang.

“Saya dan ibu Reny datang ke sini untuk mengumumkan bahwa tanggal 27 Agustus, kami akan mendaftarkan diri di KPU sebagai pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulteng,” terangnya.

“Bapak dan ibu doakan kami, semoga dimudahkan dalam mendaftar, kampanye sampai pemilihan dan Insya Allah menang,” tandasnya.

Sementara Ketua Panitia, Fauzan Muhammad dalam kesemoatan itu menyampaikan, sosok Anwar Hafid merupakan calon pemimpin yang rendah hati, cerdas, merakyat dan memiliki rekam jejak kepemimpinan yang luar biasa yang dimulai dari kepala desa dan hingga jadi bupati dua periode.

“Saya adalah salah satu orang yang mengidolakan bapak Anwar Hafid.
Saya berharap, cahaya kepemimpinan beliau menular ke saya juga,” akunya.

“Asal usul saya, tanah Bangkep. Saya bersukur banyak masyarakat yang hadir. Kursi yang kami siapkan 3.000 kursi, tapi Alhamdulilah semua kurai full dan bahkan banyak yang berdiri,” katanya.