- BERANI Lancar
Program ini dinamakan 1000 Km Tol Desa untuk memastikan kelancaran transportasi. Dimana jalan-jalan desa akan diaspal, sehingga masyarakat tidak susah lagi membawa hasil produksi pertaniannya.
“Tidak boleh lagi ada petani kita mau ke kebun susah. Banyak coklatnya, banyak hasilnya di atas gunung tapi tidak bisa turun, Karena jalannya tidak bagus. Dicatat, 1000 Km Tol Desa selama kita menjadi gubernur.” katanya.
- BERANI Menyala
Program ini merupakan pemerataan aliran listrik, karena masih ada daerah di Sulawesi Tengah yang mungkin belum teraliri listrik.
- BERANI Berdering
Program ini adalah pemerataan jaringan operator. Anwar-Reny berjanji akan mewujudkannya.
“Kita tidak mau lagi keliling di sulteng ini, tidak ada signal. Makanya signal itu penting. Olehnya, BERANI akan melakukan sulteng berdering,” ujranya.
- BERANI Murah
Program ini memastikan harga-harga sembako di Sulawesi Tengah lebih murah.
“Kalau kami jadi gubernur, harga sembako di sulteng ini akan sama dengan daerah di kota-kota besar. Ada orang bilang, bagaimana mengatur para pedagang agar hal itu bisa terwujud. Pemerintah punya kekuatan untuk mengatur itu. Yang penting pemerintah mau bersusah-susah. Kecuali pemerintah tidak mau susah,” katanya.
- BERANI Berkah
Secara tersendiri pasangan Anwar-Reny akan membuat program yang namanya Sulteng mengaji dan Sulteng Berjamaah.
“Kita ingin mendapatkan keberkahan. Sekuat apapun pemimpin, kalau daerah tidak berkah, maka Insya Allah tidak akan ada apa-apa kita lihat,” kata Anwar Hafid.
- BERANI Panen Raya
Pasangan Anwar-Reny meastikan ketersediaan pupuk bagi para petani. Sebab, dengan ketersediaan pupuk dapat dipastikan hasil panen pasti akan lebih baik.
- BERANI Tangkap Banyak
Program ini terkhusus bagi para nelayan yang selama ini kesulitan melaut akibat langkahnya BBM. Selain memastikan ketersediaan BBM, pasangan Anwar-reny juga menyediakan modal bagi para nelayan.
“Bagaimana kita mau pergi melaut, kalau BBM susah. Karena ikannya sudah jauh-jauh, maka kita ingin punya alat tangkap harus besar. BBMnya harus tersedia dan modalnya harus ada,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Mahyudin, dalam orasinya mengatakan, pemimpin (pemerintah) itu pelayan masyarakat.









