PALU – Mencuatnya aroma kongkalikong pada proses lelang proyek penanganan Jalan Jarak Jauh (Long Segmen) Mayoa – Karobono Kabupaten Poso mendapat tanggapan dari Praktisi Hukum Sulteng Abd Razak.
Tender Proyek dengan nilai Pagu Rp15.093.172.500 itu diduga kuat diarahkan, dengan memenangkan perusahaan tertentu.
Kepada wartawan media yang tergabung di Konsorsium Media Sulteng, Abd Razak menyampaikan, bahwa dugaan proyek itu diarahkan sangat kuat, sebab perusahaan yang menang justru adalah perusahaan dengan nilai penawaran terendah ke dua, yaitu, PT Kembar Maha Karya dengan nilai penawaran Rp15.002.008.185 atau hanya berkurang Rp9.1 Juta rupiah.
Sementara perusahaan dengan penawaran terendah pertama yakni PT Jaya Bersama Makmur (PT JBM) dengan penawaran Rp13.256.993.431 justru jadi pemenang ke tiga alias dikalahkan. Padahal penawaran yang dilakukan PT JBM, memiliki selisih hingga Rp1.836.179,07.
“Kejati harus melakukan penelusuran terhadap proyek itu, karena diduga ada masalah mulai dari proses lelang hingga penentuan pemenang,” ujar Abd Razak.
Dikatakan, Kejati jangan menutup mata terhadap adanya kejanggalan dalam paket proyek penanganan Long Segmen Jalan Mayoa-Karobono Kabupaten Poso itu. Sebab kata dia, besarnya nilai selisih antara PT Kembar Maha Karya yang menang dengan PT Jaya Bersama Makmur yang kalah mencapai Rp1,7 Miliar lebih.
“Ini sangat jelas terlihat ada kerugian negara, karena besarnya selisih dari penawar terendah pertama yakni PT Jaya Bersama Makmur yang menawar Rp13 Miliar lebih. Sedangkan yang menang PT Kembar Maha Karya menawar Rp15 Miliar atau hanya kurang sekira Rp91.1 Juta saja. Ini kan Aneh ada apa..?,” paparnya.
Olehnya, praktisi hokum Sulteng ini meminta pihak Kejati untuk turun langsung mengusut proyek itu agar masyarakat tahu apa yang terjadi sebenarnya. Apa benar proyek itu diarahkan agar memenangkan perusahaan tertentu.
Untuk diketahui, proyek dengan nilai kontrak Rp15.002.008.185 yang dimenangkan PT. Kembar Maha Karya melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Poso tahun anggaran 2023.
PT. Kembar Maha Karya merupakan perusahaan asal Manokwari, Provinsi Papua Barat, tepatnya di Jalan Drs. Esau Sesa, Kabupaten Papua Barat.


