Begitu pun dengan oksigen yang menuju ke organ-organ vital seperti jantung (yang akan menimbulkan heart attack) dan otak (yang berakibat pada penyakit TIA).
Penyakit Diabetes
Diabetes merupakan kondisi dimana seseorang memiliki kadar gula darah yang terlalu tinggi dalam tubuh. Jumlah gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin.
Saat makanan dicerna dan masuk ke aliran darah, insulin akan bertugas untuk memindahkan glukosa dari darah dan masuk ke dalam sel, dimana ia akan dipecah untuk menghasilkan energi.
Namun, jika seseorang mengidap penyakit diabetes, tubuh tidak bisa memecah glukosa menjadi energi karena insulin tidak cukup untuk memindahkan glukosa. Kondisi ini juga bisa membuat insulin tidak bekerja semestinya.
Pada kasus diabetes mellitus, terjadinya penimbunan lemak bi0sa membuat emboli tersumbat dan terjadi iskemia. Iskemia inilah yang akan membuat perfusi otak menurun dan berakibat terjadinya TIA.
Perokok Aktif dan Alkoholik
Peningkatan risiko pembekuan darah dan hipertensi akan berkontribusi pada berkembangnya timbunan lemak yang mengandung kolesterol di arteri apabila seseorang sering merokok.
Selain itu, nikotin yang terkandung dalam rokok membuat jantung bekerja ekstra karena frekuensi denyut jantung dan tekanan darah yang meningkat. Kebiasaan buruk ini meningkatkan risiko terserang penyakit TIA dua kali lipat dibanding orang yang tidak merokok.
Selain merokok, orang yang sering mengonsumsi alkohol juga bisa terkena penyakit stroke.
Suatu zat yang terkandung dalam alkohol bisa menyebabkan kardiak aritmia (detak jantung yang tidak normal, bisa terlalu cepat atau terlalu).
Selain itu, tubuh akan mengalami penurunan aliran darah ke otak serta kelainan motilitas pembuluh darah yang berakibat pada penyakit emboli serebral.
Emboli serebral terjadi saat pembuluh darah otak tersumbat oleh bekuan darah, lemak, dan juga udara. Puing-puing dari bekuan darah tersebut akan berpindah dari satu bagian tubuh dan nantinya akan terjebak pada arteri sempit di otak yang membuat alirah darah menuju otak menjadi terhalang dan membuat organ ini tidak bisa bekerja secara normal.
Itulah beberapa penyebab terjadinya Transient Ischemic Attack atau TIA. Penyakit ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan yang permanen pada otak. Meski demikian, hal ini tetap perlu diwaspadai dan tidak boleh dianggap sepele. Maka dari itu, Anda perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih baik sebagai pencegahan. Apabila hal ini diabaikan, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akan mengalami penyakit stroke akut.









