Skrol untuk membaca pos

Pembangunan Huntap Tondo 2 Dimulai

Muh. Rifai
A-AA+A++

PALU – Kementerian PUPR memulai pembangunan infrastruktur permukiman kawasan Huntap Tondo 2 di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hal tersebut ditandai Groundbreaking oleh Kasatgas Bencana Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, Ditjen Perumahan Iwan Suprijanto, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya, Johanes Wahyu Kusumo, pada Kamis 5 Januari 2023.

Kasatgas Bencana Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penuntasan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Kementerian PUPR berkolaborasi dalam membangun Huntap relokasi dan infrastruktur permukimannya dalam tiga kategori, yaitu skala besar atau kawasan, relokasi satelit, dan mandiri.

“Huntap relokasi dibangun sebagai sebuah kawasan permukiman baru dengan kelengkapan infrastruktur permukimannya,” ujarnya.

Pembangunan kawasan Huntap Tondo 2 dilaksanakan secara kolaboratif antar balai-balai PUPR dan Pemerintah Daerah yang melaksanakan penyediaan lahan, perizinan, dan operasional serta pemeliharaan.

Untuk Ditjen Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulteng melaksanakan pembangunan infrastruktur di dalam kawasan permukiman.

Sedangkan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II melaksanakan pembangunan unit huntap. Lalu, pembangunan jalan dan akses menuju kawasan Huntap dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah.

“Dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III melaksanakan pembangunan sumber air bakunya,” imbuhnya.

Sementara Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, pembangunan kawasan Huntap tahap 2 B lingkup pekerjaannya berupa pembangunan jalan dan drainase lingkungan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Kemudian, Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT), dan infrastuktur persampahan serta Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Infrastruktur permukiman tersebut dibangun dengan berorientasi pada infrastruktur yang berketahanan atau Resilient dalam menghadapi bencana dan universal access dengan mengedepankan aspek lingkungan,” katanya.

Nantinya RTH juga akan berfungsi sebagai mitigasi bencana, tempat interaksi sosial, olahraga, dan wisata bagi masyarakat Kota Palu dengan adanya fasilitas yang didukung dengan pemandangan alam yang indah.

Huntap Tondo 2 nantinya akan menjadi kawasan hijau yang diimplementasikan melalui gerakan penanaman vegetasi peneduh untuk menyerap polusi sehingga dapat meningkatkan kualitas udara di sekitarnya.