Skrol untuk membaca pos

Biar Tidak Kena Macet, Ini Tanggal Bagus untuk Mudik Lebaran 2022

Muh. Rifai
Lebaran 2022
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kesiapan Angkutan Lebaran Tahun 2022 di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (20/4). Foto: Dephub.go.id
A-AA+A++

2.) Masa arus balik:
– Jumat, 6 Mei 2022 mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB mulai dari KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung) sampai dengan KM 47 (Tol Jakarta – Cikampek);
– Sabtu, 7 Mei 2022 mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB mulai dari KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung) sampai dengan KM 3 + 500 (Gerbang Tol Halim);
– Minggu, 8 Mei 2022 mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan Senin, 9 Mei 2022 pukul 03.00 WIB mulai dari KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung) sampai dengan KM 3 + 500 Gerbang Tol Halim); dan

Kemudian, memfasilitasi angkutan mudik gratis bekerja sama dengan operator transportasi baik darat (bus), kereta api, dan laut (kapal); menerbitkan petunjuk pelaksanaan perjalanan dalam negeri (domestik) dan luar negeri (internasional) dalam bentuk Surat Edaran (SE) yang ditujukan bagi transportasi darat, perkeretaapian, laut maupun udara yang merujuk aturan satgas penanganan COVID-19.

Tak lupa juga memastikan kesiapan dan kelaikan operasional sarana dan prasarana di semua moda transportasi dengan melakukan ramp check, termasuk pemeriksaan kesehatan SDM dan juga pengawasan tarif angkutannya (harga tiket) untuk memenuhi kebutuhan mobilitas pemudik.

Berdasarkan hasil survei tentang potensi pemudik pada Lebaran 2022 yang dilakukan oleh Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub), ditemukan bahwa pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun motor akan mendominasi pergerakan mudik. Tercatat, sebanyak 40 juta orang memilih menggunakan kendaraan pribadi, dari total 79,4 juta orang yang diprediksi akan melakukan mudik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 juta orang berasal dari Jabodetabek.

Sementara pilihan moda transportasi terbanyak kedua setelah kendaraan pribadi yaitu angkutan jalan (bus dan penyeberangan) sebanyak 26,7 juta orang; pesawat sebanyak 8,9 juta orang; kereta api sebanyak 8,2 juta orang; kapal sebanyak 1,4 juta orang, dan angkutan lainnya 0,1 juta orang.

Adapun untuk provinsi tujuan yang paling dominan akan dituju para pemudik yakni Jawa Tengah sebanyak 23,5 juta; Jawa Timur sebanyak 16,8 juta; dan Jawa Barat sebanyak 14,7 juta. Sementara untuk jalur perjalanan yang paling dipilih adalah melalui jalan tol Trans Jawa, jalur lintas Jawa Tengah, Tol Cipularang, jalur Pantura, dan jalan Trans Sumatera.