Skrol untuk membaca pos

Saatnya Pemuda Kembali ke Desa

Muh. Rifai
A-AA+A++

Pada peristiwa ini, ada ketakutan Kepala Desa dan jajaranya, khususnya mengelola dana desa. Desa nampak hanya fokus dalam pembangunan infrastruktur; jalan, pasar, taman, dan sebagainya— Kepala Desa takut jika ada salah administrasi. Sehingga dana desa hanya difungsikan pada pembangunan yang sifatnya fisik semata, bukan mengedepankan pembangunan pada manusianya.

Padahal, salah satu yang membuat para pemuda desa merantau, penyebabnya adalah bukan karena jalan desa rusak dan pasarnya jelek/atau bangunan tamannya tidak bisa untuk selfi, melainkan minimnya pengetahuan mereka mengenai dunia kerja, minimnya pengetahuan mereka mengenai dunia kewirausahaan, dan miminmnya bimbingan/pendampingan usaha dari desa, karena desa tidak memfasilitasi demikian.

Hari ini kita sudah mengetahui permasalahan yang ada, hari ini kita sudah ketahui bahwa banyaknya potensi yang ada di didesa, namun sampai saat ini kita belum juga sadar akan semua itu, seakan – akan kita tidak tau dan tidak mau cari tau.

Jadi, penulis mengambil kesimpulan, bahwa hari ini pemuda sangat dibutuhkan untuk membangun desa. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan ataupun dalam pengembangan desa. Jangan malu dengan sarjana kalian, karena sesungguhnya ilmu yang kita dapatkan pada bangku kuliah adalah ilmu yang memang seharusnya untuk disalurkan pada orang banyak, agar lebih berguna dan bermanfaat bagi orang banyak dan khusunya bagi desa tercinta.

Walaupun berbagai gerakan pemberdayaan  desa banyak bermunculan seperti dijelaskan di awal tulisan,  namun belum merata. Bahkan mungkin dari beberapa pemuda yang punya kesempatan belajar sampai tingkat universitas,  setelah lulus belum banyak yang minat kembali ke desa,  dan menjadi sarjana untuk desa.

Kita adalah pemuda desa, dari desa menrantau ke kota untuk mencari ilmu. Maka tak ada salahnya kita kembali ke desa untuk mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan.

Pesan saya “Jangan malu kembali ke desa, karena kita adalah pemuda desa. Desa adalah penyokong keberhasilan negara ini”

Oleh Yahya Prianto, Penulis adalah ketua umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lambunu (IPPML)