Skrol untuk membaca pos

Penjelasan BMKG Soal Info Gempa Besar di Selat Sunda

Muh. Rifai
A-AA+A++

Sementara itu, Pakar kegempaan dari Badan Riset dan Teknologi Nasional, Danny Hilman menegaskan bahwa tidak ada satupun baik dari pihaknya, BMKG, maupun pihak manapun yang menyatakan bahwa gempa yang terjadi kemarin kemudian akan memicu gempa megathrust.

“Kami lebih mengingatkan agar pemerintah maupun masyarakat agar jangan lupa mempersiapkan mitigasi, apabila gempa megathrust ini terjadi, sebab ini adalah isu yang sudah lama beredar, sejak 10 tahun lalu yang efeknya rame, kemudian lupa, rame lagi dan kemudian lupa. Jadi jangan seperti ini, hendaknya kita lebih serius lagi dalam mitigasi bencana gempa ini,” imbuh Danny.

Oleh karena itu, untuk tujuan mitigasi, BMKG sejak beberapa waktu belakangan telah melakukan pemodelan gempa dengan skenario terburuk yang berasal dari gempa megathrust yang telah di identifikasi oleh para ahli yang kemudian data yang diperoleh disimulasikan untuk menghitung waktu tiba gelombang tsunami di pantai, ketinggian tsunami, serta sebaran rendaman di daratan. “Dari data dampak tersebut kemudian dapat di gunakan untuk menentukan jalur dan tempat yang aman untuk evakuasi, dan kemudian untuk pemasangan rambu-rambu,” urai Pepen Supendi.

Namun Pepen Supendi mengingatkan bahwa disetiap daerah memiliki kapasitas yang berbeda dalam hal ini. Sehingga ia berharap agar masing-masing daerah dapat meningkatkan kapasitasnya, mulai dari masyarakatnya kemudian pemerintah daerahnya bersinergi dengan pemerintah pusat dan lain sebagainya.

Berita Lainnya

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menipis, Sejumlah Bandara Kembali Dibuka
Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Jalur Udara Jawa-Sumatra, Ketinggian Capai 50.000 Kaki
Abu Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Empat Bandara Ditutup
Suara Dentuman Bandung Belum Terpecahkan, Ini Temuan BMKG
BMKG Pastikan Gerhana Bulan 28 Agustus Tak Teramati
Update Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Pengungsi Capai 150 Ribu