Skrol untuk membaca pos

Penjelasan BMKG Soal Gempa M6.2 di Sulawesi Utara

Muh. Rifai
A-AA+A++

JAKARTA – BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud memantau warganya beraktivitas normal ketika gempa magnitudo (M)6,2 terjadi pada Sabtu (10/7), pukul 07.43 WIB. Petugas BPBD setempat tak merasakan guncangan saat fenomena alam itu terjadi.

Pascagempa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud segera melakukan koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan. Saat gempa terjadi warga Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tidak merasakan guncanan gempa. Aktivitas masyarakat berjalan normal.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan parameter gempa M6,2 berada 112 km barat daya Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulut. Pusat gempa yang berada di laut tersebut berkedalaman 10 km ini teridentifikasi memiliki intensitas guncangan dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity III – IV MMI di Sangihe, II MMI di Tohomon, Bitung dan Bolaang Mongondow Timur.

Selanjutnya, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan gempa susulan dengan M5,8. Gempa susulan yang terjadi pada pukul 07.51 WIB berada 113 km tenggara Kecamatan Melonguange. Pusat gempa yang berada di laut ini berkedalaman 10 km. Berdasarkan pemodelan, gempa tidak memicu tsunami.

Selang 7 menit, gempa susulan kembali terjadi dengan M5,1. Pusat gempa berada pada 112 km barat daya Kecamatan Melonguane dengan kedalaman 34 km.

Pada gempa-gempa susulan ini, BPBD setempat melaporkan warganya tidak merasakan guncangan. Masyarakat tetap beraktivitas normal. BMKG melaporkan hingga pukul 08.25 WIB, lima kali aktivitas gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo terkecil M3,6.

Dari hasil koordinasi dengan pihak kecamatan, guncangan gempa dirasakan lemah 3 hingga 5 detik di Kecamatan Salibabu. Menurut BPBD belum ada informasi dari pihak desa di kecamatan tersebut yang terdampak sejauh ini.

Sedangkan informasi dari Pihak Kecamatan Tahuna, warga setempat tidak merasakan guncangan gempa. Masyarakat tampak beraktivitas normal.

BNPB terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud untuk mendapatkan informasi terkini pascagempa. BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bahaya gempa  maupun menyikapi informasi-informasi yang beredar di tengah masyarakat. Informasi yang tidak benar atau hoaks dapat berdampak buruk dalam menyikapi situasi paska kejadian.

Sumber: BNPB

Berita Lainnya

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menipis, Sejumlah Bandara Kembali Dibuka
Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Jalur Udara Jawa-Sumatra, Ketinggian Capai 50.000 Kaki
Abu Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Empat Bandara Ditutup
Suara Dentuman Bandung Belum Terpecahkan, Ini Temuan BMKG
BMKG Pastikan Gerhana Bulan 28 Agustus Tak Teramati
Update Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Pengungsi Capai 150 Ribu