Skrol untuk membaca pos

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M5.8 di Buol

Muh. Rifai
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Geofisika Palu, Hendrik Leopatty, saat menunjukan titik gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah, Selasa (23/2). ANTARA/Rangga Musabar
A-AA+A++

PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah, pada Selasa dinihari disebabkan oleh aktivitas subduksi di utara Laut Sulawesi.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Geofisika Palu, Hendrik Leopatty, di Palu, Selasa, mengatakan, gempa 5.8 magnitudo yang terjadi di Kabupaten Buol pada pukul 03:22 Wita itu juga dirasakan di wilayah Kabupaten Toli Toli dan wilayah Provinsi Gorontalo.

“Tingkat intensitas guncangan yang dirasakan masyarakat khususnya di Kabupaten Buol 4 MMI, dan Toli Toli dan Bone Bolango, Provinsi Gorontalo 3 MMI,” ungkapnya.

Sementara gempa 4.4 magnitudo di Kabupaten Banggai Kepulauan yang terjadi sekitar pukul 04:56 Wita, menurut Hendrik disebabkan oleh aktivitas Sesar Peleng.

“Untuk tingkat guncangan kami belum mendapatkan informasi karena agak susah informasinya,” jelasnya

Meskipu demikian, BMKG Geofisika Palu menyebutkan, kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan tidak ada gempa susulan setelahnya.

“Kedua gempa ini tidak berpotensi tsunami dan kedua gempa tidak ada kaitannya sama sekali,” tutur Hendrik

Hendrik juga menyebutkan, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan di dua wilayah tersebut. [Ant]

Berita Lainnya

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menipis, Sejumlah Bandara Kembali Dibuka
Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Jalur Udara Jawa-Sumatra, Ketinggian Capai 50.000 Kaki
Abu Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Empat Bandara Ditutup
Suara Dentuman Bandung Belum Terpecahkan, Ini Temuan BMKG
BMKG Pastikan Gerhana Bulan 28 Agustus Tak Teramati
Update Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Pengungsi Capai 150 Ribu