Skrol untuk membaca pos

Black Box Sriwijaya Air Ditemukan, Petugas Segera Selidiki Penyebab Jatuhnya SJ-182

Khalied Malvino
Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang terjatuh di perairan Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta usai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (9/1). (Foto: BBC.com)
A-AA+A++

JAKARTA — Pasca pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak dan terjatuh di perairan Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (9/1), Tim SAR gabungan berhasil menemukan sinyal dari black box atau kotak hitam pada pencarian hari kedua, Minggu (10/1).

Sejumlah puing yang ditemukan di perairan Kepulauan Seribu itu diduga milik pesawat berjenis Boeing 737-624 tersebut. Pihak Tim SAR gabungan pun menyatakan telah mengenali lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

Baca Juga: KRI Kurau Temukan Serpihan Pesawat dan Pakaian Anak

“TNI Polri terus berupaya untuk mendapatkan black box yang posisinya juga diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari. Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box bisa dipantau dan kita beri marking,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta, Minggu (10/1), seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (11/1).

Panglima TNI menambahkan, untuk pengerahan pencarian black box itu, Tim SAR bakal dibantu oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang sebelumnya sudah menemukan kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan menerjunkan tiga alat pencari (pinker finder).

Hadi mengungkapkan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 itu kini berada di kedalaman 23 mdbpl. Pasukannya pun tengah bersikeras mengangkat badan pesawat yang masih berada di bawah permukaan laut itu.

“Bagian-bagian yang besar akan kita datangkan kapal yang memiliki kemampuan crane untuk mengangkat bagian-bagian tersebut,” terang Hadi.

Baca Juga: Kesedihan Yaman Zai Kehilangan Istri dan 3 Anaknya dalam Tragedi Sriwijaya Air SJ182

Direktur Basarnas, Brigjen Rasman menambahkan, pencarian digelar selama 24 jam dan dilakukan secara terbatas, mengingat tak banyak kapal memiliki peralatan bawah laut seperti Multibearn Echosounder dan Remotely Operated Vechile (ROV).

Rasman mengatakan, jumlah personil yang terlibat seluruhnya terdata 2.571 orang. Sedangkan peralatan yang dikerahkan terdata 81 unit kapal, 12 helikopter, dan 32 peralatan darat.

Dalam peristiwa ini, insiden Pesawat Sriwijaya Air SJ -82 yang dinyatakan jatuh itu terjadi saat pesawat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/1).

Berdasarkan rilis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Sriwijaya Air SJ-182 mengangkut total 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. Sebanyak 40 orang dari total penumpang merupakan penumpang dewasa, tujuh di antaranya anak-anak, dan tiga bayi.

Baca Juga: Penumpang Sriwijaya Air Terdiri dari 43 Dewasa, 7 Anak-anak dan 3 Bayi

Selama pencarian hari kedua pun, Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas dan sejumlah instansi pemerintah sedang melakukan pencarian di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Tim SAR gabungan baru menemukan serpihan-serpihan yang diduga bagian dari Sriwijaya SJ 182 dan potongan pakaian.

Berita Terkait

Dua Korban Pesawat ATR Ditemukan di Bulusaraung
Sriwijaya Air Kembali Angkut Jamaah Haji Sulteng 2025
Fakta Baru Ditemukannya Korban Ketiga di Gunung Bawakaraeng
Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan
Sriwijaya Air SJ182 yang Hilang Kontak Gunakan Pesawat Berusia 26 Tahun
Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta- Pontianak Hilang Kontak