Skrol untuk membaca pos

Lebih dari 1.300 Bencana Landa Indonesia Hingga Akhir Mei 2020

Muh. Rifai
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban yang hilang akibat banjir bandang yang menerjang Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso. Korban ditemukan tertimbun batu dan kayu, pada Sabtu (7/3/2020). [Basarnas]
A-AA+A++

JAKARTA – Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada lebih dari 1.300 bencana telah melanda Indonesia sejak Januari hingga akhir Mei 2020 dengan korban meninggal dunia 188 jiwa.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, banjir masih mendominasi dibandingkan jenis bencana hidrometerologi lainnya.

“Banjir biasanya salah satunya dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi. Data BNPB hingga hari ini mencatat kejadian banjir sebanyak 532 kali. Banjir juga berdampak paling tinggi terhadap kerugian, baik korban jiwa dan kerusakan material,” kata Raditya dikutip dari Laman BNPB.

Sepanjang Januari hingga Mei 2020, total korban meninggal akibat banjir berjumlah 128 jiwa, luka-luka 119 dan hilang 7. Sedangkan dampak pengungsian yang pernah terjadi, BNPB mencatat lebih dari 2 juta warga mengungsi karena banjir.

Total kerusakan rumah akibat banjir kata Raditya, hingga akhir Mei ini mencapai ribuan. Kerusakan rumah dengan kategori rusak berat (RB) berjumlah 2.689 unit, rusak sedang (RS) 1.218 dan rusak ringan (RR) 4.094.

Kemudian, kerusakan pada sektor publik yakni, fasilitas pendidikan 295 unit, peribadatan 369, kesehatan 25 dan perkantoran 46, sedangkan kerusakan infrastruktur vital berupa jembatan sejumlah 163 unit.

Untuk bencana lainnya berdasarkan jumlah kejadian, angin puting beliung 397 kali, tanah longsor 306, kebakaran hutan dan lahan 123, gelombang pasang/abrasi 15, gempa bumi 5, letusan gunung api 3 dan kekeringan 1. Data kejadian bencana yang total berjumlah 1.382 kejadian tersebut belum memperhitungkan data bencana nonalam, seperti pandemi COVID-19.

Sementara itu, korban meninggal akibat bencana tanah longsor berjumlah 51 jiwa, puting beliung 8 dan karhutla 1. Total kerusakan rumah akibat bencana hingga Mei 2020 dengan kategori RB berjumlah 4.051 unit, RS 2.596 dan RR 11.516.

Menyikapi kondisi di wilayah nusantara, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Meskipun jelang pergantian musim, pada pekan terakhir Mei masih ditemui beberapa kejadian banjir. Di sisi lain, potensi angin puting beliung juga perlu diwaspadai, yang biasanya terjadi pada saat pergantian musim. [***]