Skrol untuk membaca pos

Cara Gubernur Sulteng Tangani Covid-19, Tekankan 8 Hal ke Bupati/ Walikota

Muh. Rifai
A-AA+A++

PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melakukan setidaknya delapan langkah penanganan pandemik virus corona (Covid-19) di provinsi ini. Hal itu dibahas oleh Gubernur Sulawesi Tengah bersama seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten/kota pada Selasa 31 Maret 2020.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menekankan delapan hal kepada para bupati dan wali kota saat menggelar rapat bersama para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 melalui video conference.

Pertama, gubernur mengharapkan agar bupati dan wali kota dapat membentuk gugus tugas Covid-19 di daerahnya masing-masing sesuai dengan edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ.

Selanjutnya, Gubernur meminta bupati dan wali kota merealokasi anggaran berdasarkan Inpres nomor 4 tahun 2020. Gubernur meminta bupati dan wali kota dapat merevisi anggaran perjalanan dinas.

“Povinsi Sulawesi Tengah sudah merealokasi anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen, dan untuk daerah yang melaksanakan Pilkada anggarannya juga dapat dicadangkan untuk membiayai kegiatan Gugus Covid -19, tetapi petunjuk lebih lanjut kita tunggu,” ungkap Gubernur Longki Djanggola dalam siaran pers.

Hal ketiga kata dia, bupati dan wali kota agar meningkatkan koordinasi kepada semua unsur terkait di daerah untuk melaksanakan seluruh kebijakan kebijakan yang sudah ditetapkan dalam hal pengawasan perbatasan terhadap arus masuknya orang.

“Tetapi, untuk distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan kebutuhan vital lainnya diperbolekan untuk melintas,” jelas Longki yang didampingi Danrem 132/Tadulako, Kapolda Sulteng, serta Sekda Provinsi Sulteng.

Kemudian, Gubernur meminta bupati dan wali kota memperhatikan dan mengisi formulir yang dikirim Kemendagri terkait dengan kebutuhan ketahanan pangan selama 6 bulan ke depan.

Lalu Gubernur meminta bupati dan wali kota agar dapat menetapkan status darurat di daerahnya masing masing, apakah siaga darurat dan tanggap darurat.

“Yang keenam, bupati dan wali kota dapat melihat ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di daerahnya dan meminta daerah kabupaten saling memberikan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan cara memperhatikan distribusi kebutuhan masyarakat,” sebut Longki.

Poin berikutnya, Longki juga meminta kepada bupati dan wali kota agar terus memperhatikan keselamatan tenaga medis. Dia juga menyampaikan bahwa distribusi APD yang dikirim melalui Gugus Covid Nasional dan didistribusikan pemerintah provinsi terus dimanfaatkan dengan baik, dan jika ada pasokan tambahan akan didistribusika kembali.

Yang terakhir, Gubernur mengharapkan agar langkah-langkah strategis sesuai kondisi daerahnya dalam pencegahan penanggulangan Covid-19 dapat diambil.

“Terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk terus melakukan pola hidup sehat dan terus melaksanakan physical distancing dan social distancing agar penyebaran virus Covid-19  bersama sama masyarakat dapat kita lawan,” tegasnya. [Red]